Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dolar Meroket, XLSmart Ungkap Dampak Terhadap Bisnis Internet RI

Dolar Meroket, XLSmart Ungkap Dampak Terhadap Bisnis Internet RI


Agus Tri Haryanto - detikInet

BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 17:  German politician Christian Lindner of the FDP political party uses an Apple iPhone as he attends the Walther Rathenau Award ceremony on September 17, 2015 in Berlin, Germany. The award is in recognition of foreign policy achievements and Queen Ranias efforts on behalf of refugees and children.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai turut memberikan tekanan terhadap berbagai sektor industri. XLSmart pun mengungkapkan dampaknya di industri telekomunikasi Tanah Air.

Group Head Corporate Communication & Sustainability Reza Mirza mengatakan, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor eksternal yang terus diperhatikan oleh industri telekomunikasi.

Menurutnya, sebagian kebutuhan investasi jaringan dan perangkat telekomunikasi masih menggunakan komponen impor yang berdenominasi dolar AS sehingga fluktuasi kurs berpotensi memengaruhi biaya investasi perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu faktor eksternal yang turut menjadi perhatian industri telekomunikasi, mengingat sebagian kebutuhan investasi jaringan dan perangkat telekomunikasi masih menggunakan komponen impor dan berdenominasi dolar AS," ujar Reza kepada detikINET, Selasa (19/5/2026).

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut hingga saat ini masih dapat dikelola dengan baik oleh perusahaan. Hal itu karena sebagian besar pendapatan dan biaya operasional perusahaan masih menggunakan denominasi rupiah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, struktur pembiayaan perusahaan juga dinilai cukup aman dari tekanan kurs karena seluruh pinjaman perusahaan saat ini menggunakan mata uang rupiah.

"Seluruh pinjaman perusahaan saat ini juga menggunakan denominasi rupiah sehingga eksposur langsung terhadap fluktuasi kurs relatif terbatas," katanya.

Reza menjelaskan, dampak utama pelemahan rupiah lebih banyak dirasakan pada potensi kenaikan biaya investasi jaringan dan pengadaan perangkat telekomunikasi.

Untuk menjaga kinerja bisnis tetap sehat dan berkelanjutan di tengah tekanan nilai tukar, perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi strategis.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain menjalankan efisiensi biaya dan integrasi jaringan pasca merger, menjaga disiplin investasi dan prioritas belanja modal (capex) secara selektif, hingga melakukan optimalisasi kerja sama dan negosiasi dengan vendor.

Selain itu, perusahaan juga menjaga struktur pembiayaan tetap sehat agar risiko fluktuasi kurs terhadap kinerja keuangan dapat diminimalkan.

"Perusahaan terus menjaga struktur pembiayaan tetap sehat, dimana seluruh pinjaman perusahaan saat ini menggunakan denominasi rupiah sehingga dapat meminimalkan risiko langsung terhadap kinerja keuangan akibat fluktuasi kurs," tutupnya.




(agt/fyk)
TAGS






Hide Ads