Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengguna iPhone Makin Setia, Migrasi dari Android Menurun

Pengguna iPhone Makin Setia, Migrasi dari Android Menurun


Anggoro Suryo - detikInet

NEW YORK, NY - JULY 23: The Apple logo hangs in front of an Apple store on July 23, 2013 in New York City. Apple is due to report third-quarter earnings after the markets close Tuesday. Apple, the California based technology company, has watched its stock sink to $427.68 a share from an all-time high of $702 last September. The company is under pressure to release a new blockbuster product.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Spencer Platt
Jakarta -

Apple dan Google sudah lama bersaing membujuk pengguna ponsel pintar untuk berpindah haluan dari platform pesaing, bahkan sampai merilis aplikasi khusus di toko aplikasi masing-masing untuk mempermudah proses migrasi.

Namun, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa pergeseran basis pengguna di antara kedua sistem operasi seluler ini tergolong sangat minim, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan survei terbaru dari firma analis Consumer Intelligence Research Partners (CIRP), persentase pemilik iPhone yang memperbarui perangkat mereka dari sesama iPhone mengalami peningkatan tahun ini. Data ini mengindikasikan bahwa pengguna Apple merasa puas untuk tetap bertahan di ekosistem iOS, sementara jumlah pengguna Android yang menyeberang ke iPhone justru mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

CIRP secara berkala melakukan survei terhadap konsumen yang membeli ponsel baru mengenai perangkat yang mereka gunakan sebelumnya. Pada kuartal yang berakhir Maret 2026, tercatat hanya 12 persen responden pembeli iPhone baru yang mengaku bermigrasi dari perangkat Android. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 14 persen dan 13 persen pada tahun 2024.

Sementara itu, hanya 1 persen pengguna yang melakukan peningkatan dari ponsel fitur atau sistem operasi lain tahun ini. Hal tersebut membuat porsi pembeli iPhone yang melakukan peningkatan dari sesama iPhone mendominasi di angka 87 persen, naik dari 84 persen pada tahun lalu. Tren ini mempertegas bahwa mayoritas pengguna ponsel pintar saat ini sudah menetapkan platform pilihan mereka dan enggan berpindah haluan.

Apple unggul dalam loyalitas merek

Selaras dengan temuan CIRP, survei terpisah yang dirilis oleh SellCell awal tahun ini juga menemukan tingkat loyalitas yang sangat tinggi untuk Apple di pasar Amerika Serikat. Dari total lebih dari 5.000 pengguna ponsel pintar yang disurvei, persentase pengguna yang berencana untuk tetap setia menggunakan iPhone melonjak dari 90,5 persen pada 2019 menjadi 96,4 persen pada 2026.

Sebaliknya, tingkat loyalitas pengguna Android berada di angka 86,4 persen pada tahun ini. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pengguna Android memiliki kecenderungan empat kali lebih besar untuk beralih ke iOS dibandingkan pengguna iPhone yang ingin pindah ke Android.

Dampak fitur baru dan persaingan AI

Alasan di balik keunggulan loyalitas Apple ini masih belum sepenuhnya jelas. Langkah Apple baru-baru ini yang mulai mendukung standar pesan RCS--yang memungkinkan pengguna Android dan iPhone bertukar pesan dengan enkripsi ujung-ke-ujung dan fitur lanjutan lainnya--terbukti memberikan dampak yang sangat minim terhadap loyalitas merek.

Sifat platform Android yang lebih terbuka dan memungkinkan pengguna untuk melakukan pemasangan aplikasi secara mandiri di luar toko resmi (sideloading) sebenarnya menjadi salah satu keunggulan terbesarnya dibanding iOS. Namun, Google dilaporkan tengah bersiap untuk memperketat fungsi tersebut, sebuah pergeseran yang dinilai dapat mengurangi nilai tawar Android di mata sebagian pelanggannya.

Di sisi lain, adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif kini menjadi medan pertempuran baru yang sedikit membedakan kedua platform ini. Google bergerak lebih cepat dengan mengintegrasikan asisten Gemini ke dalam sistem Android lewat fitur otomatisasi jadwal, pengisian formulir otomatis, dikte, hingga penjelajahan web otomatis.

Sementara itu, Apple baru bersiap untuk membawa kemampuan serupa, seperti deskripsi visual, pencarian web berbasis AI, dan penyusunan dokumen, pada asisten virtual Siri melalui pembaruan iOS 27 yang dijadwalkan meluncur pada musim gugur mendatang.



(asj/hps)






Hide Ads