Human Error Bikin e-Banking Tak Aman
- detikInet
Queensland -
Berbagai fasilitas serta kemudahan dalam bertransaksi ditawarkan oleh bank. Salah satunya adalah kemudahan untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, e-Banking.Di balik kemudahan transaksi, keamanannya acapkali masih rentan. Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan Mohammed AlZomai, Information Security Institute di Queensland University of Technology. Ia menyebutkan, 1 dari 5 transaksi perbankan online rawan dari segi keamanannya meskipun telah ditambahkan sistem keamanan seperti password SMS.Peluang terjadinya ancaman keamanan lebih banyak disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error) dan masalah sistem pembuktian transaksi daripada masalah teknis keamanan."Tingginya ancaman keamanan transaksi online mendorong bank untuk mengaplikasikan suatu sistem khusus untuk otensitas sebuah transaksi," ujar AlZomai.Metode yang diterapkan adalah mengirimkan password via sms ke ponsel nasabah untuk setiap transaksi. Nasabah harus mengkopi secara manual password dari ponsel mereka untuk mengkonfirmasi transaksi yang mereka lakukan.Nasabah sering lalai melakukan pemberitahuan ketika nomor rekening bank di SMS tidak sama dengan nomor rekening yang dikehendaki. Ini pertanda bahwa hacker telah menyusup ke dalam sistem.Seperti dikutip detikINET dari iTnews, Jumat (9/11/2007), dua jenis serangan yang acap dilakukan, yakni serangan terbuka, dimana 5 atau lebih digit nomor rekening diubah, dan serangan terselubung dimana hanya satu digit nomor yang diubah."Ini mengkhawatirkan karena sebesar 21 persen serangan terbuka sukses dilancarkan, sedangkan sebesar 61 persen merupakan serangan terselubung," tutur AlZomai. "Dari penelitian kami , hanya 79 persen nasabah yang mampu menangkal serangan tersebut. Ini menunjukkan minimnya tingkat keamanan transaksi online," tandasnya.
(amz/amz)