Penjara di AS Kena Ransomware, Napi Bisa Berisiko Kabur

Penjara di AS Kena Ransomware, Napi Bisa Berisiko Kabur

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 13 Jan 2022 21:15 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sebuah penjara di Albuquerque, Amerika Serikat menjadi korban serangan ransomware. Akibatnya kamera keamanan dan mekanisme pengunci pintu otomatis tidak bisa berfungsi. Ngeri!

Akibatnya, pihak keamanan penjara kini terpaksa mengunci para napi di selnya masing-masing secara manual, sembari teknisi berusaha mengembalikan sistem keamanan di penjara agar berfungsi seperti semula.

Pertama dilaporkan oleh Albuquerque Journal, akses pengunjung ke Metropolitan Detention Center (MDC) itu pun ditutup total, alias penjaranya terpaksa di-lockdown karena kamera keamanan yang tak bisa berfungsi. Pasalnya jaringan internet di dalam penjara pun tak bisa diakses, yang membuat pihak keamanan tak bisa mengakses catatan napi penghuni penjara tersebut.

"Pada pagi hari tanggal 5 Januari 2022, mekanisme pintu otomatis di MDC tak bisa dipakai, artinya staf harus menggunakan kunci manual untuk membuka pintu fasilitas. Salah satu dampak paling berbahaya dari serangan siber tersebut adalah MDC tak bisa mengakses kamera keamanan," ujar Taylor Rahn, pengacara dari penjara tersebut.

Serangan ransomware ini juga membuat penjara tersebut berpotensi terkena gugatan karena melanggar peraturan kondisi penjara. Salah satunya adalah hak para napi untuk mendapat akses ke telepon dan perangkat komunikasi lain secara reguler, yang saat ini tak bisa dipenuhi karena serangan ransomware tersebut.

Penjara yang di-lockdown ini hanya salah satu dampak dari serangan ransomware besar yang menimpa Bernalillo County, salah satu kota dengan penduduk paling banyak di negara bagian New Mexico, pada 5 Januari 2022 lalu.

Para pegawai pemerintahan lokal pun tak bisa mengakses database pemerintahannya, dan semua kantor pelayanan publik ditutup sementara. Dalam keterangan pers yang dikeluarkan pada 10 Januari lalu, baru sebagian kantor pusat pemerintah yang bisa beroperasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, ransomware adalah momok yang mengerikan bagi perusahaan swasta dan badan pemerintahan di Amerika Serikat, karena jumlah serangannya terus meningkat.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Ukraina Digempur Serangan Siber"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)