Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Heboh! Masjid 1.200 Tahun Muncul di Gurun Israel

Heboh! Masjid 1.200 Tahun Muncul di Gurun Israel


Rachmatunnisa - detikInet

Masjid Kuno di Israel
Heboh! Masjid 1.200 Tahun Muncul di Gurun Israel Foto: Emil Aladjem/Israel Antiquities Authority
Jakarta -

Arkeolog di Israel mengungkap sisa-sisa masjid berusia sekitar 1.200 tahun di Gurun Negev, yang kini dianggap sebagai salah satu situs Muslim awal paling langka di dunia. Temuan tersebut muncul selama penggalian arkeologi pada 2019 yang dilakukan sebelum pembangunan pemukiman baru di kota Badui Rahat, selatan Israel.

Situs masjid ini terdiri dari bangunan berbentuk persegi panjang dengan ceruk khas berbentuk mihrab yang menghadap ke arah selatan, arah menuju Mekkah. Ciri arsitektur ini menguatkan bahwa bangunan itu memang digunakan untuk shalat umat Islam pada masa awal sejarah Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Penemuan ini dipimpin oleh para arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA), yang menyatakan bahwa struktur itu mungkin merupakan masjid pedesaan yang melayani komunitas petani lokal saat itu.

Seperti dikutip dari Ancient Origins, menurut pemimpin penggalian arkeologi Jon Seligman, temuan seperti ini sangat berdampak terhadap pemahaman kita tentang sejarah awal Islam di wilayah tersebut.

"Bangunan ini menunjukkan contoh paling awal pemukiman Muslim di Negev dan fungsi ritualnya, sesuatu yang sangat langka di dunia arkeologi Islam," kata Seligman.

Masjid Kuno di IsraelFoto: Emil Aladjem/Israel Antiquities Authority

Temuan ini melengkapi gambaran luas tentang bagaimana masyarakat lokal beradaptasi dan berinteraksi dengan budaya baru yang dibawa oleh kekuasaan Muslim setelah penaklukan Arab di wilayah Levant pada abad ke-7 Masehi. Para ahli juga menemukan bekas-bekas pemukiman dan pertanian di sekitar masjid, memperkuat pemahaman tentang kehidupan komunitas di masa transisi tersebut.

Menurut pakar sejarah klasik Gideon Avni, penemuan ini merupakan kontribusi penting bagi rekonstruksi sejarah periode yang cukup dinamis di kawasan yang kini berada di Israel.

"Temuan desa dan masjid di sekitarnya memberikan kontribusi signifikan untuk studi sejarah kawasan selama periode yang penuh gejolak ini," katanya.

Dengan umur lebih dari satu milenium, sisa masjid ini membantu mengisi celah pengetahuan tentang perkembangan awal institusi religius Islam di luar pusat-pusat besar seperti Arab Saudi atau Yerusalem, khususnya di wilayah Negev yang berada jauh dari pusat-pusat kekuasaan klasik.




(rns/afr)





Hide Ads