Mengenal Metadata WhatsApp: Data yang Lebih Data dari Data

Kolom Telematika

Mengenal Metadata WhatsApp: Data yang Lebih Data dari Data

Alfons Tanujaya - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 06:06 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta -

Waduh, saya barusan agree, jadi WhatsApp bisa lihat transaksi BCA mobile saya?

Pertanyaan ini banyak dilontarkan karena dalam ketentuan penggunaan yang baru WhatsApp menyatakan akan memproses informasi tambahan, termasuk akun pembayaran dan informasi transaksi.

Metadata WhatsAppPernyataan dari WhatsApp akan mengecek transaksi keuangan pengguna Foto: Dok. Alfons Tanujaya

Siapapun yang menggunakan WhatsApp tentunya perlu khawatir jika benar WhatsApp memantau transaksi finansial mereka dan apa pasalnya kok aplikasi messsaging mengecek transaksi finansial ?

Namun hal ini sebenarnya berkaitan dengan sistem pembayaran WhatsApp Pay yang saat ini hanya tersedia di beberapa negara seperti di India dan saat ini tidak tersedia di Indonesia sehingga ketentuan ini tidak berlaku. Apalagi sampai memantau aktivitas finansial lain yang tidak ada hubungan dengan WhatsApp seperti mobile banking BCA, ini mah bukan messaging tapi Trojan. Dan jika WhatsApp Pay memang diluncurkan di Indonesia, maka akan ada ketentuan kebijakan privasi pembayaran khusus yang harus disetujui oleh pengguna WhatsApp Pay.

Sampai saat ini WhatsApp masih berusaha memegang komitmennya untuk tidak menampilkan iklan langsung di platform messaging, namun akibatnya Facebook Group harus menomboki biaya pengelolaan sumber daya WhatsApp yang harus melayani aktivitas chat dengan anggota sebanyak 2 miliar.

Kalau YouTube kan lain cerita, mereka sudah tidak nombok lagi dan penghasilan dari iklan di video bukan saja cukup untuk membiayai pengelolaan server dan bandwidth, malah banyak YouTuber yang kecipratan sebagian dari pendapatan iklan yang di terima YouTube. Karena itulah sebagai pemilik WhatsApp, Facebook group berpikir keras bagaimana melakukan monetisasi atas aplikasi yang dapat dikatakan paling aktif dan populer di muka bumi ini.

Kendala yang dihadapi WhatsApp dalam monetisasi adalah E2EE alias End to End Encryption dimana dalam seluruh komunikasi baik chat personal maupun group, harus dilindungi dengan enkripsi dan yang memiliki kunci membuka dan membaca pesan adalah hanya peserta chat/group yang bersangkutan. Tidak ada pihak lain yang memiliki kunci dekripsi untuk membaca pesan tersebut termasuk server WhatsApp sekalipun.

Jadi pengelola server WhatsApp juga aman dari paksaan membuka isi chat baik oleh pihak berwenang (pemerintah) atau penegak hukum karena memang mereka secara teknis tidak memiliki akses membuka pesan tersebut. Tapi pertanyaannya adalah, lalu apasih yang dimaksud dengan metadata yang dibagikan oleh WhatsApp kepada Facebook group sehingga sampai menimbulkan keriuhan seperti ini ? Apa saja yang dikumpulkan dan apakah anda perlu khawatir atas metadata yang dikumpulkan oleh WhatsApp?

Penjelasan metadata ada di halaman selanjutnya