Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Masya Allah, Ini 7 Fenomena Alam yang Telah Disebutkan dalam Al-Qur'an

Masya Allah, Ini 7 Fenomena Alam yang Telah Disebutkan dalam Al-Qur'an


Tim - detikInet

Sungai di bawah laut Cenote Angelita
Foto: Screenshot YouTube AB TV
Daftar Isi
Jakarta -

Al-Qur'an tak cuma berisi tata cara ibadah dan Ketuhanan, di dalamnya juga terkandung banyak ilmu dan hikmah. Fenomena-fenomena alam yang terjadi di Bumi juga tertuliskan di dalam kitab suci umat Islam ini.

Seiring ilmu pengetahuan yang kian berkembang, semakin banyak pula fakta sains di dalam Al-Qur'an yang terbukti. Apa saja fenomena tersebut?

Dirangkum detikINET dari berbagai sumber, berikut ini 7 fenomena sains yang tercantum dalam Al-Qur'an. Mana yang baru kamu ketahui?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

1. Api di dasar laut

Ahli geologi asal Rusia Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov ilmuwan asal AS, menemukan fenomena api di dasar laut. Kala itu, mereka sedang meneliti kerak Bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami.

Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius. Fakta sains ini disebutkan dalam Al Quran surah At-Tur ayat 6.

"Dan laut yang di dalam tanahnya ada api." (QS. At-Tur: 6).

2. Pertemuan dua laut yang airnya tidak menyatu

Telah dijelaskan dalam Al-Qur'an adanya dua laut yang saling bertemu tetapi di antaranya memiliki batasan. Fenomena ini benar terjadi di Selat Gibraltar yang menghubungkan Lautan Mediterania dan Samudera Atlantik.

Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudera Atlantik dan dari Laut Mediterania memiliki karakteristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatannya. Fenomena bertemunya dua lautan ini telah dijelaskan Al Quran 14 abad silam dalam surah Ar-Rahman ayat 19-20.

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20).

3. Garis edar tata surya

Tak cuma di Bumi saja, Al-Qur'an juga menyebutkan ilmu dari tata surya.

Bumi kita hanyalah salah satu planet yang ada di tata surya. Selain Matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi Matahari bergerak sesuai garis edar yang telah ditetapkan. Hal ini dijelaskan di dalam Al Quran surah Al-Anbiya ayat 33.

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al-Anbiya: 33).

4. Sungai di dasar laut

Fenomena sungai di dasar laut ditemukan oleh ilmuwan asal Prancis Jacques Yves Cousteau. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai lapisan hidrogen sulfida, karena air yang mengalir di sungai dasar laut ini memiliki rasa air tawar. Selain itu, sungai dasar laut ini ditumbuhi daun-daun dan pohon. Al Quran surah Al-Furqan ayat 53 menjelaskan fenomena ini.

"Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS. Al-Furqan: 53).

5. Terbentuknya hujan

Sebelum ilmuwan mengemukakan soal teori terbentuknya air hujan, Al-Qur'an telah menjelaskan peristiwa ini dalam surah Ar-Rum ayat 48-49.

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." (QS. Ar-Rum ayat 48-49).

6. Sidik jari manusia

Sebelum ditemukan pada akhir abad ke-19, mayoritas orang menganggap sidik jari sekadar lengkungan pada jari tanpa arti. Faktanya, sidik jari manusia diciptakan berbeda-beda sebagai tanda pengenal mereka. Bahkan mereka yang terlahir kembar identik pun, memiliki pola sidik jari yang berbeda.

Sampai Sir Francis Golt melakukan penelitian terhadap sidik jari dan menjadikannya sebagai metode ilmiah identifikasi pada 1880.

Kesempurnaan jari manusia ini dijelaskan dalam Al Quran dalam surah Al-Qiyamah ayat 3 yang membahas rekonstruksi jemari manusia.

"Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna." (QS. Al-Qiyamah: 3).

7. Big Bang

Big Bang diyakini sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Berdasarkan teori ini, alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus-menerus hingga sekarang. Peristiwa ini disampaikan di dalam Al Quran surah Al-Anbiya ayat 30.

"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan Bumi itu dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?" (QS. Al-Anbiya: 30).




(ask/fay)









Hide Ads