Data Pengguna Lazada Diretas, Lazada Blok Akses Ilegal

Data Pengguna Lazada Diretas, Lazada Blok Akses Ilegal

Tim - detikInet
Sabtu, 31 Okt 2020 21:51 WIB
Logo Redmart
Foto: (Redmart)
Jakarta -

Upaya peretasan dilakukan terhadap data pengguna Lazada. Platform e-commerce ini pun langsung melakukan pengamanan.

Dalam pernyataan Lazada kepada detikINET, pada 29 Oktober 2020, tim keamanan siber mereka menemukan insiden terkait keamanan data di Singapura, yang melibatkan database khusus RedMart yang di-hosting oleh penyedia layanan pihak ketiga. Data pelanggan yang di-hosting di database tersebut sudah habis masa pelayanannya selama lebih dari 18 bulan dan terakhir diperbarui pada Maret 2019.

"Informasi pelanggan yang diakses secara ilegal meliputi nama, nomor telepon, email, alamat, kata sandi terenkripsi (encrypted), dan sebagian nomor kartu kredit dari pelanggan RedMart yang hanya ada di Singapura," kata Lazada, Sabtu (31/10/2020).

Atas kejadian tersebut, Lazada mengambil tindakan cepat untuk memblokir akses yang tidak sah ke database tersebut. Data ini digunakan di aplikasi dan situs web RedMart sebelumnya, yang sekarang sudah tidak lagi digunakan.

"Kami dapat memastikan bahwa data para pelanggan Lazada di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, tidak terpengaruh oleh kejadian ini," ujarnya.

Lazada mengatakan, melindungi data serta privasi para pelanggan merupakan prioritas utama. Selain meninjau dan memperkuat infrastruktur keamanan, Lazada juga bekerja erat dengan pihak berwajib terkait insiden ini serta berkomitmen untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan oleh pelanggan.

Lazada menjamin pihaknya akan mengedepankan kejujuran dan transparansi mengenai insiden ini kepada semua pelanggan. Mereka pun menjamin akan menindaklanjuti insiden ini dengan penuh keseriusan.



Simak Video "Tokopedia Cs Pungut PPN Belanja Mulai Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)