Waspada Cybersquatting, Penipuan Pakai Domain Menyerupai Brand Tenar

Kolom Telematika

Waspada Cybersquatting, Penipuan Pakai Domain Menyerupai Brand Tenar

Zhanhao Chen dan Janos Szurdi - detikInet
Jumat, 25 Sep 2020 06:07 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta -

Para pengguna internet biasanya mengandalkan nama-nama domain saat melakukan pencarian situs web brand, layanan, profesional, atau situs web personal. Inilah yang saat ini dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber dalam membuat jebakan yang patut diwaspadai.

Mereka membuat domain dengan menggunakan nama mirip atau mendekati domain brand-brand terkemuka dengan tujuan mengambil keuntungan dari para pengguna yang melakukan kesalahan akibat ketidakcermatan dalam mengenali nama domain yang seharusnya. Tindakan yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan siber ini dikenal sebagai cybersquatting.

Tujuan melakukan squatting domain adalah untuk mengelabui para pengguna internet agar percaya bahwa brand yang sesungguhnya sedang mereka cari, misalnya Netflix, memiliki nama-nama domain, misalnya, netflix-payments[.]com, atau mengambil keuntungan dari pengguna yang melakukan kesalahan pengetikan, misalnya whatsalpp[.]com untuk WhatsApp.

Meskipun saat ini cybersquatting tidak selalu bahaya bagi para pengguna internet, namun upaya ini termasuk ilegal di Amerika Serikat sebab squatting domain seringkali dilakukan untuk tujuan penyerangan atau tindak kejahatan siber. Sistem pelacak squatting dari Palo Alto Networks menemukan 13.857 squatting domain telah teregistrasi pada Desember 2019, atau rata-rata 450 squatting domain teregistrasi setiap harinya. Palo Alto Networks menemukan sebanyak 2.595 (18,59%) nama-nama squatting domain berbahaya, kerap mendistribusikan malware atau menyebarkan serangan phishing.

Ditemukan juga sebanyak 5.104 (36,57%) squatting domain yang berdasarkan hasil studi menghadirkan risiko tinggi bagi pengguna yang mengunjunginya. Artinya, terdapat bukti dari kumpulan URL-URL berbahaya di dalam domain tersebut atau menggunakan bulletproof hosting. Palo Alto Networks juga membuat pemeringkatan Top 20 domain-domain yang paling banyak disalahgunakan pada Desember 2019 berdasarkan tingkat bahayanya yang berarti bahwa sebuah domain atau yang terkait dengan domain-domain squatting atau sebagian besar domain-domain squatting ini terkonfirmasi berbahaya.

Palo Alto Networks menemukan bahwa pembuat domain-domain squatting mengincar target-target yang menguntungkan, seperti media sosial dan search engines populer, finansial, situs web bank maupun perbelanjaan, di mana para penggunanya merupakan target pencurian dokumen-dokumen yang sangat penting atau uang melalui phishing dan scam.

Dari Desember 2019 hingga sekarang, Palo Alto Networks telah mengamati sejumlah domain-domain berbahaya dengan berbagai tujuan:

● Phishing: sebuah domain dengan menyatut nama Wells Fargo (secure-wellsfargo[.]org) menarget pelanggan Well Fargo. Tujuannya adalah untuk mencuri informasi-informasi pelanggan yang penting dan rahasia, seperti credential email dan PIN ATM. Juga ditemukan sebuah domain yang menyatut nama Amazon (amazon-india[.]online) merupakan jebakan untuk pencurian data-data penting pelanggan, terutama menarget para pengguna mobile di India.

● Penyebaran Malware: sebuah domain yang menyatut nama Samsung (samsungeblyaiphone[.]com) meng-hosting malware Azorult untuk melakukan pencurian informasi-informasi kartu kredit.

● Command & Control (C2): domain-domain menyatut nama Microsoft (microsoft-store-drm-server[.]com dan microsoft-sback-server[.]com) mencoba melakukan serangan C2 untuk mengganggu jaringan keseluruhan.

● Re-bill scam: beberapa situs phishing yang menyatut nama Netflix (seperti netflixbrazilcovid[.]com) melakukan jebakan untuk melakukan pencurian uang terhadap korban. Modusnya, pelaku kejahatan menawarkan kepada korban untuk berlangganan produk penurun berat badan dengan pembayaran awal dalam jumlah yang tidak besar. Namun, apabila pengguna tidak membatalkan langganan tersebut setelah periode promosi berakhir, biaya dalam jumlah yang lebih besar akan ditagihkan ke kartu kredit mereka, biasanya jumlahnya berkisar antara $50-$100.

● Potentially unwanted program (PUP): domain-domain yang menyatut Walmart (walrmart44[.]com) dan Samsung (samsungpr0mo[.]online) ditemukan menyebarkan PUP, seperti spyware, adware atau browser extension. Mereka biasanya melakukan perubahan yang tidak diinginkan, seperti mengubah halaman default browser atau membajak browser untuk memasukkan iklan. Sebagai catatan, domain Samsung terlihat seperti situs web berita pendidikan Australia yang resmi.

● Technical support scam: domain-domain yang menyatut Microsoft (seperti microsoft-alert[.]club) mencoba menakut-nakuti pengguna agar membayar ke support pelanggan yang kenyataannya palsu.

● Reward scam: sebuah domain ditemukan menyatut nama Facebook (facebookwinners2020[.]com) melakukan scamming dengan menawarkan kepada pengguna sejumlah rewards, seperti pemberian produk-produk secara gratis atau bahkan uang. Untuk bisa melakukan klaim atas hadiah-hadiah tersebut, pengguna harus mengisi data-data personal seperti tanggal lahir, nomor telepon, pekerjaan dan jumlah penghasilan ke dalam formulir yang disediakan.

● Domain parkting: sebuah domain yang menyatut RBC Royal Bank (rbyroyalbank[.]com) memanfaatkan layanan parkir populer, Parking Crew, untuk menghasilkan keuntungan berdasarkan berapa banyak pengguna yang membuka situs dan meng-klik iklan.

Kami mempelajari teknik domain squatting termasuk typosquatting, combosquatting, level-squatting, bitsquatting dan homograph-squatting (semua didefinisikan di bawah). Para aktor kejahatan dapat menggunakan teknik-teknik ini untuk mendistribusikan malware atau untuk melakukan kegiatan-kegiatan penipuan dan phishing.

Untuk mendeteksi squatting domain, Palo Alto Networks mengembangkan sistem otomatis untuk menangkap kampanye-kampanye yang muncul dari domain yang baru terdaftar, serta dari data DNS pasif (pDNS). Kami mengidentifikasi domain squat yang berbahaya dan mencurigakan dan menetapkannya ke kategori yang sesuai (seperti phishing, malware, C2, atau grayware). Proteksi terhadap domain-domain yang diklasifikasikan dalam kategori ini tersedia di beberapa langganan keamanan Palo Alto Networks, seperti URL Filtering dan DNS Security.

Kami menyarankan agar perusahaan melakukan pemblokiran dan memantau lalu lintas mereka dengan cermat, sementara konsumen harus memastikan bahwa mereka mengetik nama domain dengan benar dan memeriksa ulang apakah pemilik domain terpercaya sebelum memasuki situs apa pun. Untuk tips lebih lanjut tentang cara melindungi dari serangan siber dapat dibaca di sini.

Teknik-Teknik Squatting

Typosquatting adalah salah satu jenis penyalahgunaan pendaftaran domain yang paling umum. Typosquatters sengaja mendaftarkan varian yang salah eja (seperti whatsalpp [.] Com) dari nama-nama domain yang menjadi target (whatsapp[.]com). Tujuannya adalah untuk mengambil keuntungan dari kesalahan pengguna dalam menulis atau untuk mengecoh para pengguna agar percaya bahwa situs yang mereka kunjungi adalah benar. Teknik typosquatting yang paling sering dilakukan adalah dengan melakukan satu edit jarak atau menyisipkan satu huruf dari domain asli pada domain squatting. Sebab, ini merupakan kesalahan yang paling umum dan paling sering terlewatkan oleh pengguna. Untuk informasi lebih lanjut, dapat merujuk ke riset akademik tentang scale dan malicious use typosquatting.

Combosquatting adalah penyalahgunaan pendaftaran yang menggabungkan merek dagang populer dengan kata-kata seperti "security", "payment", atau "verification". Domain gabungan seperti netflix-payments[.]com sering digunakan dalam email phishing, oleh situs web yang dibangun untuk scam, dan untuk serangan manipulasi psikologis untuk meyakinkan pengguna bahwa mereka mengunjungi konten web yang dikelola oleh merek dagang yang ditargetkan. Berikut adalah riset akademik yang dapat menjadi rujukan lebih lanjut tentang combosquatting.

Domain homograf-squatting memanfaatkan nama-nama domain internasionalisasi (IDN) yang membolehkan karakter-karakter Unicode (seperti microsofŧ[.]com). Penyerang biasanya mengganti satu atau lebih karakter di domain target dengan karakter yang secara visual mirip dari bahasa lain. Domain ini dapat dibedakan dengan sempurna dari targetnya, seperti dalam kasus apple.com, di mana huruf Inggris "a" (U + 0061) diganti dengan huruf Cyrillic "а" (U + 0430). Rujukan berikut menarik untuk menambah pemahaman Anda tentang homograf-squatting IDNs.

Domain Sound-squatting memanfaatkan homofon, yaitu kata-kata yang terdengar serupa (misalnya, weather dan whether). Penyerang dapat mendaftarkan varian homophone dari domain populer, seperti 4ever21[.]com untuk forever21[.]com. Karena perangkat lunak text-to-speech seperti Siri dan Google Assistant menjadi lazim, maka akan makin banyak pengguna menjadi rentan terhadap penyalahgunaan domain Sound-squatting. Berikut adalah riset akademik tentang sound-squatting yang dapat menjadi rujukan.

Domain Bitsquatting memiliki karakter yang berbeda dalam satu bit (seperti micposoft[.]com) dari karakter yang sama dengan domain sah yang ditargetkan (microsoft[.]com). Bitsquatting dapat menguntungkan penyerang karena kesalahan perangkat keras dapat menyebabkan bit-flip acak di memori tempat nama domain disimpan sementara. Jadi, meskipun pengguna mengetik domain yang benar, mereka mungkin masih diarahkan ke domain yang berbahaya. Meskipun kesalahan perangkat keras seperti itu biasanya jarang terjadi. Makalah penelitian akademis telah menunjukkan hal itu.

Domain Level-squatting seperti pada kasus safety.microsoft.com.mdmfmztwjj.l6kan7uf04p102xmpq[.]bid,yang menyertakan nama domain brand-brand yang ditargetkan sebagai subdomain. Dalam contoh ini, korban serangan phishing mungkin percaya bahwa mereka mengunjungi safety.microsoft.com, padahal yang terjadi sesungguhnya adalah hal sebaliknya, mereka mengunjungi situs web penyerang. Serangan ini sangat mengkhawatirkan bagi pengguna seluler karena bar alamat browser mungkin tidak cukup lebar untuk menampilkan seluruh nama domain.

*) Zhanhao Chen dan Janos Szurdi dari Unit 42, Palo Alto Networks



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)