Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kalajengking Terbesar yang Pernah Ada, Panjangnya 1 Meter

Kalajengking Terbesar yang Pernah Ada, Panjangnya 1 Meter


Fino Yurio Kristo - detikInet

Kalajengkin terbesar
Foto: IFL Science
Jakarta -

Museum menyimpan banyak misteri. Masih ada spesimen-spesimen yang luput dari identifikasi selama puluhan tahun setelah penemuannya, termasuk kalajengking terbesar di dunia ini.

Diberi nama Praearcturus gigas dalam studi baru, raksasa yang telah punah ini pertama kali dideskripsikan sebagai krustasea raksasa yang mirip kutu kayu pada tahun 1871. Karena berusia 415 juta tahun, sisa bukti keberadaannya hanya serpihan, sehingga sulit membangun gambaran utuh tentang seperti apa wujud dan cara hidupnya.

Penemuan baru fosil-fosil yang terawetkan dengan lebih baik beberapa tahun terakhir menginspirasi ahli meninjau kembali spesimen tersebut. Berbekal teknik modern termasuk tomografi sinar-X, tim ilmuwan mengamati kembali krustasea purba ini dan membandingkan anatominya dengan hewan lain, baik yang punah maupun masih hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya mengungkap beberapa fitur yang hanya dimiliki kalajengking. Fitur tersebut mencakup capit raksasa yang terdiri dari bagian capit diam dan bagian capit yang dapat bergerak, dengan bagian bergeraknya panjangnya lebih dari 76 milimeter.

Namun, ada beberapa elemen pada anatominya yang menonjol seperti beberapa ekstensi mirip sayap di sepanjang ruas-ruas perutnya. Secara keseluruhan, tim ilmuwan menyimpulkan ini adalah kalajengking sangat besar dengan panjang sekitar satu meter, dilengkapi capit yang menjadikannya salah satu predator terbuas pada masanya.

ADVERTISEMENT

Apakah ia adalah predator puncak dan apa mangsanya? "Ini adalah salah satu elemen paling membingungkan dari cerita ini," kata penulis studi Dr. Richie Howard dari Natural History Museum (NHM), London, kepada IFLScience yang dikutip detikINET.

"Ekspektasi dasar kami adalah bahwa kalajengking merupakan predator darat, mereka memiliki banyak adaptasi untuk berjaya di darat. Namun, hewan satu ini jauh lebih besar daripada hewan darat lain mana pun yang kita ketahui dari zaman itu."

Jika Praearcturus hidup di darat, ia akan kesulitan mempertahankan ukuran tubuh karena hanya memakan artropoda yang jauh lebih kecil. Karenanya, para penulis lebih condong bahwa kalajengking ini amfibi yang berburu di darat maupun di air. Hal ini akan memperluas menu makanannya.

"Ada predator air besar lainnya di periode Devon Awal, tetapi Praearcturus adalah yang terbesar sejauh ini yang pernah saya lihat dari formasi geologi asal fosil tersebut," kata Howard. "Jadi, ya, saya yakin hewan ini adalah predator puncak."

Makhluk sekuat ini tersembunyi begitu lama di antara banyaknya spesimen milik NHM. Fosil-fosil tersebut tersimpan di institusi itu selama lebih dari 150 tahun, namun baru sekarang kita memiliki peralatan dan bukti fosil yang cukup untuk memastikannya sebagai spesies kalajengking yang tidak ada duanya.

Praearcturus kini menyandang gelar sebagai kalajengking terbesar yang pernah hidup. Penemuan ini juga memajukan garis waktu sejarah artropoda raksasa, yang mana makhluk ini muncul sekitar 50 juta tahun sebelum monster purba terkenal seperti Arthropleura, kaki seribu yang ukurannya kira-kira sebesar mobil.

Saat ini, Inggris hanya menjadi rumah bagi satu spesies kalajengking invasif yang berkembang biak di wilayah Kent. Hal ini menunjukkan betapa berbedanya kondisi dunia pada 415 juta tahun lalu.




(fyk/fay)






Hide Ads