Sistem Pengolahan Air Israel Jadi Korban Serangan Siber

Sistem Pengolahan Air Israel Jadi Korban Serangan Siber

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 22 Jul 2020 12:33 WIB
45 Persen Perusahaan Australia Kena Serangan Siber
Sistem Pengolahan Air Israel Jadi Korban Serangan Siber (Foto: Australia Plus ABC)
Jakarta -

Fasilitas pengolahan air di Israel menjadi korban serangan cyber, tak cuma sekali, melainkan dua kali. Apa dampaknya?

Menurut pihak pemerintah Israel, serangan tersebut terjadi pada Juni dan dipastikan tak merusak infrastruktur yang ada. Serangan pertama terjadi di sistem pompa air pertanian di Galilee, sementara serangan kedua terjadi pada pompa air di Provinsi Mateh Yehuda.

"Serangan ini spesifik, dilakukan pada instalasi pembuangan air kecil di sektor agrikultur yang langsung diperbaiki, tak ada dampak ataupun kerusakan," tulis badan pemerintahan yang terkait, demikian dikutip detikINET dari Zdnet, Rabu (22/7/2020).

Dua serangan ini terjadi setelah Israel juga mengalami serangan siber terhadap sistem manajemen air mereka pada April lalu. Berbeda dengan yang terjadi pada dua serangan baru ini, serangan yang pertama itu punya dampak yang lebih menyeramkan.

Dalam serangan siber yang pertama itu, hacker disebut bisa mengakses sistem pengolahan air mereka dan sempat mengubah tingkat kandungan klorin pada air yang ada. Namun serangan itu cepat terdeteksi dan diperbaiki, sehingga air dengan kandungan klorin yang tinggi itu tak sempat menyebar ke masyarakat dan menyebabkan keracunan.

Setelah terjadinya peretasan itu, Israel National Cyber-Directorate (INCD) dan Water Authority langsung menotifikasi fasilitas pengolahan air yang ada untuk mengganti password dari semua perangkat yang terhubung ke internet.

Pemerintah Israel sebenarnya tak pernah mengakui serangan yang ada pada April lalu, namun sejumlah badan intelijen internasional menyebut adanya serangan itu dan disebut ada kaitannya dengan Iran.

Menariknya, dua minggu setelah serangan terhadap fasilitas pengolahan air itu, ada sebuah serangan siber yang terjadi di pelabuhan Shahid Rajaei di bandar Abbas, Iran. Intelijen AS menyebut serangan ini ada kaitannya dengan Israel, kemungkinan besar merupakan serangan balasan.

Sebenarnya ada sejumlah insiden misterius terjadi di Israel setelah peretasan tersebut, seperti sejumlah kecelakaan dan ledakan di infrastruktur penting di Iran, seperti pembangkit listrik, pelabuhan fasilitas pengolahan nuklir, dan lainnya.



Simak Video "Israel Lockdown 3 Minggu"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)