Kamis, 31 Jan 2019 13:29 WIB

Retas iPhone Bermodal Nomor Telepon, Kok Bisa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Issei Kato/Reuters Foto: Issei Kato/Reuters
Jakarta - Keberadaan sebuah alat untuk meretas iPhone secara remote terungkap dari sebuah investigasi, dan alat ini cuma membutuhkan nomor telepon atau email untuk melakukan aksinya. Kok bisa?

Karma, begitu alat ini dinamakan, disebut digunakan oleh pemerintahan Uni Emirat Arab untuk meretas iPhone milik sejumlah orang. Laporan ini ini muncul dari Reuter Investigation, yang menyebut peretasan itu dilakukan pada 2016 lalu.

Sejumlah mantan intelijen Amerika Serikat yang bekerja di UAE menyebut mereka mengembangkan alat peretas tersebut untuk memantau para targetnya. Dan ini adalah pertama kalinya ada laporan yang menyebut kehadiran alat peretas tersebut.

Karma disebut bisa mengakses iPhone secara remote hanya dengna memasukkan nomor telepon atau alamat email si korban, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Kamis (31/1/2019).




Dalam aksinya, Karma bisa mengakses foto, email, SMS, dan lokasi dari perangkat korbannya. Karma juga sulit untuk dideteksi karena tak membutuhkan hal apapun di ponsel yang membuatnya bisa bekerja, kecuali mengirimkan sebuah pesan singkat ke iPhone si korban.

Karma memanfaatkan celah keamanan di iMessage yang membuat si peretas bisa menyusup ke dalam ponsel korban dan melihat konten-konten yang tersimpan di dalamnya. Tak jelas apakah saat ini Karma masih bisa beroperasi, karena si narasumber menyebut Karma menjadi tak terlalu efektif setelah Apple menambal celah tersebut pada akhir 2017.

Baik Apple maupun UAE menolak mengomentari tudingan ini. Namun yang jelas kabar ini muncul pada saat yang tak bagus bagi Apple, karena baru-baru ini mereka juga dilanda masalah celah keamanan di Facetime, dan juga penurunan besar penjualan iPhone pada akhir 2018 lalu. (asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed