Tool NSA Jadi Dalang Serangan Siber Serentak 99 Negara

Tool NSA Jadi Dalang Serangan Siber Serentak 99 Negara

Yudhianto - detikInet
Sabtu, 13 Mei 2017 12:32 WIB
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Dunia digegerkan oleh serangan siber yang saat ini tercatat telah menyambangi 99 negara, dan kemungkinan bertambah. Tool bikinan lembaga intelijen National Security Agency (NSA) disebut-sebut sebagai dalang di balik penyerangan tersebut.

Kemunculan tool kepunyaan NSA tersebut tak lepas dari aksi kelompok hacker bernama Shadow Brokers. Kelompok hacker ini beberapa minggu lalu disebut telah mengungkap sejumlah tool milik NSA yang berhasil didapatnya.

Kini salah satu tool tersebut pun mulai digunakan. Bersandi EternalBlue, tool ini disebut mampu mengekploitasi celah yang ada di Microsoft Windows. Dan makin merepotkan ketika EternalBlue dibuat menjadi varian ransomware bernama WannaCrypt.

Selazimnya ransomware, WannaCrypt menyebar sangat cepat. Data terakhir mencatatkan ancaman ini telah hadir di 99 negara, dan menginfeksi setidaknya 74 ribu korbannya, seperti dilansir Digital Trends, Sabtu (13/5/2017). Kebanyakan yang jadi korbannya adalah institusi kesehatan yang kebanyakan menyimpan data-data penting pasiennya.

Di Inggris, sebagian rumah sakit yang ada disebut telah terinfeksi WannaCrypt. Hal ini memaksa pasien yang ada untuk mengunjungi layanan kesehatan lainnya. Sementara kendaraan ambulan diarahkan menjauh dari rumah sakit.

Lembaga National Health Service (NHS) di negara tersebut sepertinya juga termasuk yang terkena dampaknya. Dikutip detikINET dari Forbes, NHS disebut terpaksa harus memulangkan sejumlah karyawannya. Lembaga ini memastikan ada 16 lembaga kesehatan yang terdampak serangan WannaCrypt.

Tapi tak hanya Inggris, serangan WannaCrypt sejauh ini telah melanda 99 negara yang sebagian adalah negara-negara Eropa, seperti Rusia, Ukraina, Spanyol, dan yang lainnya. Di Asia, sejumlah negara seperti Taiwan, Jepang, Vietnam, bahkan Indonesia masuk dalam daftar yang terkena serangan.

(yud/yud)