Yahoo Tepis Kabar Bocorkan Email Pengguna

ADVERTISEMENT

Yahoo Tepis Kabar Bocorkan Email Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 06 Okt 2016 14:09 WIB
Foto: GettyImages
Jakarta - Yahoo akhirnya angkat bicara soal kabar tak sedap terkait pembocoran konten email ke pihak pemerintah Amerika Serikat.

Menurut Yahoo, laporan tersebut tidak akurat dan menyesatkan. "Pemindaian email yang disebut dalam artikel tersebut tak ada dalam sistem kami," tulis Yahoo dalam keterangannya, dikutip dari Engadget, Kamis (6/10/2016).

Sebelumnya, Reuters menyebut Yahoo memata-matai email penggunanya untuk memenuhi perintah dari lembaga intelijen pemerintah Amerika Serikat. Aksi ini dilakukan Yahoo sejak 2015 lalu dengan membuat program khusus untuk 'menyaring' konten dari setiap email yang masuk ke akun penggunanya.

Kata kunci dalam 'saringan' itu sendiri diberikan oleh pihak lembaga-lembaga tersebut, baik National Security Agency (NSA) ataupun FBI. Tak jelas informasi apa yang dicari oleh lembaga intelijen tersebut, namun menurut sumber, yang jelas mereka hanya mencari email yang mengandung karakter, kata, ataupun kalimat sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Menurut dua orang mantan karyawan Yahoo, keputusan CEO Yahoo Marissa Mayer untuk mengikuti perintah pemerintah AS ini membuat sejumlah eksekutif senior Yahoo marah. Kemarahan ini kemudian diikuti pengunduran diri chief information security officer Yahoo Alex Stamos pada Juni 2015. (asj/ash)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT