Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dedemit Maya di Piala Dunia
Ancaman di Balik Tiket Murah Nonton Bola
Dedemit Maya di Piala Dunia

Ancaman di Balik Tiket Murah Nonton Bola


- detikInet

(ilustrasi/Getty Images)
Jakarta - Ajang Piala Dunia tak hanya menggembirakan para penggemar sepak bola. Para penjahat cyber pun antusias menyambutnya. Bedanya, antusiasme mereka negatif dan bisa merugikan Anda.

Tentu saja, karena mereka akan memanfaatkan momen besar seperti ini untuk menjaring korban. Apalagi, dapat dipastikan akan ada banyak fans sepak bola yang menggunakan internet untuk mencari berbagai penawaran menarik, salah satunya tiket menonton pertandingan.

Anda mungkin salah satu orang yang berburu tiket, karena ingin menghadiri langsung setiap turnamen di Piala Dunia. Waspadalah ketika Anda menemukan toko online yang menawarkan tiket dengan harga sangat murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal pertama yang harus dilakukan, pastikan legalitas toko tersebut, agar tidak terjebak oleh para penipu online. Bahkan jika toko tersebut legal, sebaiknya pastikan situs tersebut tidak sedang disusupi SQL atau serangan server lainnya.

Senior manager FortiGuard Labs Threat Response Team dari perusahaan keamanan cyber Fortinet Guillaume Lovet, melalui keterangannya, Rabu (18/6/2014) menyebutkan situs-situs yang terinfeksi tidak selalu menggiring Anda ke situs yang berbahaya.

Seringkali secara diam-diam situs ini menginstal berbagai bentuk malware seperti Trojans, bots, keylogger, dan rootkits ke dalam komputer. Celakanya, seluruh malware tersebut didesain untuk menyerang sistem serta mencuri data-data pribadi.

"Hal lain yang harus diwaspadai adalah phising atau pencurian identitas. Misalnya pengguna internet akan menerima email dari bank atau akun Paypal mereka yang menjelaskan ada 2 tiket final Piala Dunia yang sedang diproses pembeliannya, padahal si pengguna tidak pernah melakukan transaksi terkait," terang Lovet memberikan contoh.

Untuk membatalkan transaksi, pengguna internet diminta untuk mengklik tautan ke sebuah formulir yang harus dilengkapi dengan detail data bank mereka.

"Abaikan saja perintah tersebut dan ingatlah bahwa bank tidak akan pernah menanyakan ID perbankan nasabah melalui email. Apabila user memberikan informasi tersebut, maka rekening bisa dikuras habis oleh para scammer," saran Lovet.

(rns/ash)







Hide Ads