Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penjelasan Ubur-ubur Botol Biru Beracun yang Serang Pantai Sanur

Penjelasan Ubur-ubur Botol Biru Beracun yang Serang Pantai Sanur


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ubur-ubur botol biru di Pantai Segara Ayu, Sanur, Selasa (28/7/2026).
Ubur-ubur botol biru di Pantai Segara Ayu, Sanur, Selasa (28/7/2026). Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk waspada terhadap ubur-ubur botol biru atau blue bottle jellyfish. Ubur-ubur jenis ini beracun dan mampu menyebabkan gatal-gatal apabila disengat olehnya.

Menurut BPBD Kota Denpasar, ubur-ubur tersebut dapat biasa muncul dalam rentang Juli hingga September, disebabkan oleh angin kencang yang menyeretnya ke pesisir pantai. Jika menemukan ubur-ubur ini, diimbau untuk tidak berenang atau berendam di sekitar lokasi.

Pada Selasa (28/7/2026), sejumlah ubur-ubur terlihat di pinggir Pantai Segara Ayu, Sanur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Masih, tadi kami temukan jam 6 pagi. Tapi tidak banyak," ujar Koordinator Balawista Kota Denpasar, I Wayan Dayung, didampingi rekannya, Made Rai saat ditemui detikBali.

Apa Itu Blue Bottle Jellyfish

Ubur-ubur botol biru memiliki nama latin Physalia physalis. Dia mendapatkan nama 'botol biru' dari warna kebiruan yang ada di badannya yang silindris.

Tubuh utamanya kenyal dan lembut, dan terdapat pelampung yang menonjol keluar seperti kipas yang berisi udara. Dia memiliki garis merah muda panjang yang melintang di tengahnya. Di bawah bagian utama tubuh, tentakel panjang menjulur keluar dan mengikuti di belakangnya saat mengapung.

Ubur-ubur botol biru yang terlihat terdampar beberengan dengan rumput laut yang berhasil diabadikan Balawista Kota Denpasar, Senin (27/7/2026). (Dok. Balawista Kota Denpasar)Ubur-ubur botol biru yang terlihat terdampar beberengan dengan rumput laut yang berhasil diabadikan Balawista Kota Denpasar, Senin (27/7/2026). (Dok. Balawista Kota Denpasar)

Kantung udara ini menjaga mereka tetap di permukaan air, dan dalam beberapa kasus pelampung berbentuk kipas mereka akan menonjol keluar saat mereka naik turun mengikuti gelombang. Dikarenakan kantung udaranya terletak di sisi tubuh, bagian utama tubuh mengapung dengan sudut tertentu terhadap permukaan.

Bukan Ubur-ubur

Meski dinamakan blue bottle jellyfish, mereka sebenarnya bukanlah ubur-ubur. Melansir Study.com, Selasa (28/7/2026), secara teknis blue bottle jellyfish adalah zooid atau koloni individu yang saling membutuhkan untuk hidup.

Biasanya, kelompok besar ubur-ubur botol biru terdampar di pantai saat air pasang. Mereka juga dapat dilihat dari jauh di dalam air dan di pasir.

Sengatan ubur-ubur biru sering terjadi karena mereka cenderung berada di perairan dangkal, tempat orang lebih sering berenang.

Apakah Ubur-ubur Botol Biru Beracun?

Suatu hewan dikatakan beracun jika, ketika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit atau kematian. Nah, hewan ini justru dikategorikan hewan berbisa. Artinya ia dapat menyuntikkan zat ke dalam mangsanya. Zat-zat ini neurotoksin dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Habitat Ubur-ubur Botol Biru

Portuguese man o' war jellyfish bukan dari Portugal ya, detikers. Nama ini datang dari kesamaan bentuk mereka dengan kapal dan helm perang Portugal.

Hewan ini tidak aktif berenang dan tersebar luas. Dia ditemukan di Atlantik, Pasifik, dan Samudra Hindia.

Secara umum, organisme ini terbatas pada laut yang hangat dan di sekitar khatulistiwa. Badannya mudah hancur ketika lingkungannya terlalu keras.

Kerentanannya berdampak pada umurnya yang juga tak begitu panjang. Biasanya, ubur-ubur botol biru memiliki harapan hidup hingga satu tahun lamanya. Namun, karena dia sangat rapuh, usianya bisa jadi lebih pendek.

Cara Reproduksi Ubur-ubur Botol Biru

Koloni individu hanya mengandung polip betina atau hanya polip jantan. Musim bertelur terjadi pada bulan-bulan musim gugur, dan ubur-ubur botol biru bereproduksi melalui metode yang dikenal sebagai broadcast spawning. Ini berarti bahwa setiap koloni melepaskan telur atau sperma ke dalam air di sekitarnya.

Gamet yang mengambang bebas kemudian hanyut di dalam air hingga bertemu dengan gamet yang berlawanan dari koloni lain. Dari sana, telur dan sperma menyatu, lalu zooid individu dapat terbentuk.



(ask/fay)






Hide Ads