iPhone Duo membawa sejumlah teknologi yang belum pernah diterapkan Apple pada iPhone sebelumnya. Salah satunya kamera depan yang ditempatkan di bawah layar utama, sehingga tidak membutuhkan lubang kamera dan memberikan tampilan layar yang lebih lega.
Namun teknologi tersebut sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone. ZTE lebih dulu mengadopsinya pada 2020 lewat Axon 20 5G. ZTE bahkan memperkenalkan perangkat tersebut sebagai smartphone komersial pertama di dunia dengan kamera di bawah layar atau under-display camera (UDC).
Sementara di kategori HP layar lipat, Samsung lebih dulu menerapkan teknologi serupa. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mulai menggunakan kamera bawah layar sejak Galaxy Z Fold3 yang dirilis pada 2021, kemudian mempertahankannya hingga Galaxy Z Fold6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, Samsung justru meninggalkan teknologi kamera bawah layar ketika merilis Galaxy Z Fold7. Perusahaan kembali menggunakan kamera depan konvensional di layar utama.
Bukan tanpa alasan. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan kualitas kamera dan upaya Samsung membuat lini Galaxy Z Fold semakin tipis.
"Kami lebih memprioritaskan kualitas kamera yang lebih bagus. Dengan penggunaan UDC perlu lapisan layar lebih, sehingga membuat desain bisa lebih tebal, sementara fokus kami untuk bikin Fold selalu semakin tipis," kata Ilham kepada detikINET.
Galaxy Z Fold 3 Foto: Adi FR/detikINET |
Menurut Ilham, kamera konvensional juga memungkinkan Samsung menggunakan sensor yang lebih besar dibandingkan kamera UDC. Hal tersebut penting terutama ketika kamera depan banyak digunakan untuk melakukan panggilan video.
"Sensor kamera biasa lebih lebar dibanding sensor UDC sehingga membuatnya lebih baik untuk kebutuhan video call," jelasnya.
Kamera bawah layar di Samsung Galaxy Z Fold 4 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Samsung Pakai UDC Selama Empat Generasi
Galaxy Z Fold3 menjadi HP layar lipat pertama Samsung yang dibekali kamera di bawah layar. Samsung menempatkan kamera tersebut di balik layar utama untuk mengurangi gangguan visual ketika pengguna menonton video, bermain game atau menjalankan aplikasi.
Samsung sendiri menyebut Galaxy Z Fold3 sebagai ponsel lipat pertama di dunia yang menggunakan teknologi UDC untuk menciptakan tampilan layar utama tanpa lubang kamera. Kamera tersebut memiliki resolusi 4 MP dengan aperture f/1.8.
Galaxy Z Fold 4 dan Fold 5 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Teknologi yang sama kemudian diteruskan ke Galaxy Z Fold4 dan Galaxy Z Fold5. Untuk membuat kamera dapat melihat dari balik panel, kepadatan piksel di area layar yang menutupi kamera diturunkan sehingga lebih banyak cahaya bisa mencapai sensor.
Galaxy Z Fold6 masih mempertahankan pendekatan tersebut. Artinya Samsung menggunakan kamera bawah layar selama empat generasi, mulai Galaxy Z Fold3, Fold4, Fold5 hingga Fold6.
Review Galaxy Z Fold 6 Enche Foto: Enche Tjin |
Namun UDC memiliki kompromi. Samsung sendiri dalam halaman dukungannya mengakui kualitas gambar kamera bawah layar dapat lebih rendah dibandingkan kamera lainnya. Untuk mendapatkan selfie yang lebih jelas pada Galaxy Z Fold3, misalnya, Samsung menyarankan pengguna memakai kamera di cover screen atau kamera belakang.
Kompromi inilah yang pada akhirnya membuat Samsung memilih arah berbeda pada generasi berikutnya.





