Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cara by.U Bidik Pasar Anak Muda Lewat Ekosistem Digital K-Pop

Cara by.U Bidik Pasar Anak Muda Lewat Ekosistem Digital K-Pop


Agus Tri Haryanto - detikInet

by.U Garap Pasar Anak Muda Lewat Ekosistem Digital K-Pop
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Minat anak muda terhadap budaya Korea mulai dimanfaatkan operator seluler bukan hanya untuk menjual layanan telekomunikasi, tetapi juga membangun keterikatan dengan pelanggan. by.U, youth telco brand serba digital dari Telkomsel, misalnya, mengembangkan ekosistem berbasis K-Pop melalui kompetisi Random Play Dance (RPD) Korea Kaja! Vol.3.

Program tersebut mencatat sekitar 2.000 video submission sepanjang pelaksanaannya, atau meningkat sekitar 38% dibandingkan lebih dari 1.450 submission pada edisi sebelumnya.

Bagi by.U, angka tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya engagement anak muda terhadap aktivitas yang dikaitkan dengan minat mereka. Apalagi, rangkaian Korea Kaja! Vol.3 yang digelar di Jakarta, Pontianak, Palembang, Solo, dan Bandung juga menjangkau sekitar 10.000 penonton secara langsung dan lebih dari 60.000 penonton secara online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Head of by.U Product Marketing Telkomsel Herman A. Prasetyo mengatakan tingginya antusiasme tersebut memperlihatkan masih besarnya kebutuhan anak muda terhadap ruang untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan kemampuan.

"Banyak anak muda Indonesia punya passion besar terhadap K-pop dan dance, tetapi belum semuanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan melangkah lebih jauh. Korea Kaja! kami hadirkan sebagai platform untuk berpartisipasi, mendapatkan pengalaman baru, dan membuka peluang nyata," kata Herman dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Strategi tersebut membuat aktivitas Korea Kaja! tidak hanya bertumpu pada kegiatan offline. Peserta terlebih dahulu dapat berpartisipasi melalui pengiriman video, sementara distribusi dan konsumsi konten juga diperluas melalui kanal online.

Pola tersebut sekaligus memungkinkan by.U menjangkau komunitas anak muda di luar lokasi penyelenggaraan. Dalam pelaksanaan Vol.3, perusahaan menggandeng lebih dari 20 mitra komunitas untuk mendukung rangkaian kegiatan di lima kota.

Dari sisi bisnis digital, Korea Kaja! juga dikaitkan dengan produk dan mekanisme engagement yang dimiliki by.U. Salah satunya melalui Paket K-Popers Modal Kuota dan penukaran uCoin yang memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan pengalaman ke Korea.

Jalur tersebut masih dibuka hingga 30 September 2026. Dengan demikian, aktivitas berbasis K-Pop yang dikembangkan by.U tidak berhenti sebagai event marketing. Minat terhadap K-Culture digunakan sebagai pintu masuk untuk membangun interaksi pelanggan melalui produk digital, komunitas, konten, hingga program loyalitas.

Herman mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya by.U membawa kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah.

"Antusiasme tahun ini menguatkan komitmen kami untuk membawa kesempatan tersebut lebih dekat kepada talenta dari berbagai daerah, sejalan dengan semangat Telkomsel untuk melayani sepenuh hati," ujarnya.

Pada tahap akhir Korea Kaja! Vol.3, sebanyak 10 pemenang dari kompetisi di lima kota dan dua peserta yang mendapatkan comeback chance melaju ke Grand Final di Jakarta pada 6 September 2026.

Sebanyak 12 finalis kemudian berkompetisi dengan mengusung tema "Dance of Dreams". Penilaian melibatkan Khloe Kim, SM Universe Dance Trainer dari Korea, sebagai global dance judge, serta Asyifa Nadya Ivan atau Acipa sebagai local dance judge.

Khloe menilai tantangan bagi dancer tidak lagi sekadar mampu mengikuti koreografi. Karakter, musikalitas, kepercayaan diri, hingga kemampuan membangun hubungan dengan penonton menjadi bagian penting untuk memiliki daya tarik yang lebih luas.

"Sebagai profesional di industri K-Pop, saya sangat antusias melihat bagaimana para dancer Indonesia akan menghadirkan energi dan karakter mereka sendiri dalam berbagai koreografi ikonik," kata Khloe.

Sementara itu, pemenang RPD Korea Kaja! Vol.2 Diva Dovendra melihat program tersebut sebagai ruang bagi dancer untuk membangun kemampuan sekaligus identitas.

"Menurut saya, Korea Kaja! adalah ruang bagi para dancer untuk menunjukkan kemampuan dan karakter identitas mereka. Pengalaman tahun lalu membuat saya semakin percaya diri untuk tampil dan mengekspresikan diri," pungkasnya.



(agt/agt)




Hide Ads