×
Ad

Roket Raksasa Blue Origin Meledak Jadi Bola Api, Langit Florida Membara

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 29 Mei 2026 16:29 WIB
Roket Raksasa Blue Origin Meledak Jadi Bola Api, Langit Florida Membara Foto: X.com
Jakarta -

Langit Florida berubah oranye dalam sekejap ketika roket raksasa New Glenn milik Blue Origin meledak hebat saat menjalani uji coba menjelang peluncuran. Bola api raksasa membubung dari Launch Complex 36, Cape Canaveral Space Force Station, Kamis (28/5/2026) malam waktu setempat, menandai kemunduran besar bagi program antariksa Jeff Bezos.

New Glenn yang memiliki tinggi sekitar 98 meter saat itu tengah menjalani hotfire test atau uji penyalaan mesin di landasan peluncuran. Pengujian tersebut merupakan tahapan penting sebelum roket diterbangkan dalam misi NG-4 yang dijadwalkan membawa satelit internet Amazon Project Kuiper ke orbit.

Namun, proses pengujian tidak berjalan sesuai rencana. Roket mengalami apa yang disebut Blue Origin sebagai "anomali" sebelum akhirnya meledak hebat. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan bola api raksasa menyelimuti area peluncuran, diikuti kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke langit malam.

Dentuman ledakan dilaporkan terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Warga di sekitar Cape Canaveral dan Cocoa Beach mengaku mendengar suara ledakan keras serta merasakan getaran yang cukup kuat. Cahaya dari ledakan bahkan disebut membuat sebagian langit Florida timur tampak bercahaya oranye.

Meski insiden tersebut terlihat dramatis, Blue Origin memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh personel yang berada di area pengujian telah dipastikan selamat.

Blue Origin dalam pernyataan resminya menyebut insiden itu sebagai sebuah "anomali" yang terjadi selama pengujian darat.

"Kami mengalami anomali selama pengujian hotfire di Launch Complex 36. Semua personel telah dihitung dan aman. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Satelit muatan tidak berada di roket saat kejadian," tulis Blue Origin dalam pernyataan resminya di X.

Perusahaan juga menegaskan tidak ada muatan satelit di dalam roket saat pengujian berlangsung. Dengan demikian, satelit Project Kuiper yang sedianya akan dibawa dalam misi mendatang tidak ikut terdampak ledakan.

Namun demikian, kerusakan dilaporkan terjadi pada infrastruktur peluncuran. Sejumlah laporan menyebut salah satu menara penangkal petir di kompleks peluncuran roboh akibat dampak ledakan tersebut.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork