Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Roket Jeff Bezos Meledak, Elon Musk: Sangat Disayangkan

Roket Jeff Bezos Meledak, Elon Musk: Sangat Disayangkan


Aisyah Kamaliah - detikInet

Roket perusahaan Jeff Bezos, Blue Origin, meledak saat uji coba di Florida, Amerika Serikat. Rencana manusia kembali ke Bulan pun terancam.
Roket perusahaan Jeff Bezos, Blue Origin, meledak saat uji coba di Florida, Amerika Serikat. Elon Musk, saingannya, ikut mengomentari kabar tersebut. Foto: NASASpaceFlight
Jakarta -

Roket perusahaan Jeff Bezos, Blue Origin, meledak saat uji coba di Florida, Amerika Serikat. Roket bernama New Glemm itu menjadi bola api dan menghancurkan tempat peluncuran di Kennedy Space Center, beberapa detik setelah uji coba diluncurkan pada 09.00 ET (malam hari).

Langit oranye terlihat dari Fort Pierce, 185 km ke selatan, menjadi bukti ledakan roket yang dipilih NASA dalam misi kembali ke permukaan bulan. Saingannya, Elon Musk dengan cepat menyampaikan pendapatnya tentang ledakan Blue Origin pada hari Kamis. Elon Musk adalah pemilik dari SpaceX.

"Sangat disayangkan. Roket itu sulit," komentar Musk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sang founder Blue Origin, Jeff Bezos juga memberikan penjelasan di platform yang sama, X. Dia menuturkan karyawan yang bertugas dalam uji coba semuanya selamat, tidak ada yang terluka, akan tetapi mengaku bahwa itu adalah hari yang sangat sulit.

Apalagi, mereka juga bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menyediakan pendarat bulan untuk misi Artemis IV yang direncanakan pada tahun 2028. Misi Artemis IV akan membawa astronaut mendarat di Bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972.

Jared Isaacman, administrator NASA, memposting ke X bahwa evaluasi penuh terhadap garis waktu tersebut akan dilakukan setelah ledakan.

Kemudian, Blue Origin menggambarkan ledakan itu sebagai sebuah 'anomali'.

"Kami mengalami anomali selama uji hotfire hari ini. Semua personel telah dipertanggungjawabkan. Kami akan memberikan pembaruan saat kami mempelajari lebih lanjut," cuit Blue Origin.

Bezos, dalam tweetnya, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui akar permasalahan kegagalan ini. Akan tetapi, mereka sudah berupaya menemukannya.

"Hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun ulang dan kembali terbang. Itu sangat berharga," akunya.

Blue Origin telah mengalami serangkaian kemunduran karena bersaing dengan SpaceX untuk mendapatkan kontrak NASA untuk program Artemis. Muatan dari penerbangan ketiga New Glenn berakhir di orbit yang salah selama penerbangan bulan lalu, dan roket tersebut untuk sementara dilarang terbang oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Uji coba pada hari Kamis ini merupakan uji coba tembakan statis pertama sejak FAA mengizinkannya untuk kembali terbang minggu lalu. FAA tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai apakah ledakan ini akan memicu penyelidikan lain.

Artemis III, yang direncanakan pada tahun 2027, dijadwalkan untuk menguji pendarat Blue Moon milik Blue Origin, dan Starship Human Landing System (HLS) milik SpaceX, untuk menentukan pesawat mana yang akan mengangkut awak Artemis IV dari kapsul Orion ke permukaan bulan.




(ask/afr)






Hide Ads