Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kegagalan Fatal Roket Kebanggaan Jeff Bezos Berbuntut Panjang

Kegagalan Fatal Roket Kebanggaan Jeff Bezos Berbuntut Panjang


Fino Yurio Kristo - detikInet

A Blue Origin New Glenn rocket lifts off from the Cape Canaveral Space Force Station in Cape Canaveral, Florida, U.S., April 19, 2026. It is the third launch of New Glenn, carrying the AST SpaceMobile’s BlueBird 7satellite into low Earth orbit. REUTERS/Joe Skipper
Peluncuran New Glenn oleh Blue Origin. Foto: REUTERS/Joe Skipper
Jakarta -

Roket terbaru Blue Origin, perusahaan milik Jefff Bezos, dilarang terbang setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memerintahkan penyelidikan atas insiden kegagalan peluncuran sebuah satelit. Blue Origin berusaha menempatkan satelit AST SpaceMobile menggunakan roket New Glenn, namun gagal membawanya sejauh yang direncanakan ke dalam orbit.

Kepala Eksekutif Blue Origin, Dave Limp, mengatakan kegagalan tersebut disebabkan oleh kurangnya daya dorong yang memadai pada mesin. "Kami jelas tidak memenuhi misi yang diinginkan pelanggan kami, dan yang diharapkan tim kami," sebutnya.

Blue Origin menyelidiki insiden yang terjadi pada hari Minggu tersebut dengan pengawasan FAA. "FAA akan mengawasi penyelidikan yang dipimpin Blue Origin, terlibat dalam setiap langkah prosesnya, dan menyetujui laporan akhir Blue Origin, termasuk tindakan perbaikan apa pun," sebut FAA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Peluncuran hari Minggu lalu baru merupakan penerbangan ketiga bagi roket New Glenn. Blue Origin awalnya merencanakan selusin peluncuran tahun ini. Roket tersebut membawa satelit AST yang ditujukan untuk orbit rendah Bumi yang akan digunakan untuk konektivitas telepon seluler.

Karena New Glenn tidak melepas satelit sejauh yang dibutuhkan ke dalam orbit, satelit tersebut tidak akan bisa digunakan. AST menyebut kerugian akan ditanggung oleh asuransi, tetapi tidak menyebutkan nominalnya.

Awal tahun ini, Blue Origin menyatakan akan meluncurkan ribuan satelit semacam itu ke orbit rendah Bumi sebagai bagian dari proyek TerraWave. Amazon juga tengah melakukan ekspansi di ruang angkasa, setelah mengakuisisi produsen dan operator satelit senilai USD 11 miliar untuk membangun proyek bernama Leo.

Kedua proyek tersebut tampaknya berupaya mengejar ketertinggalan dari Starlink, perusahaan milik Elon Musk yang telah memiliki beberapa ribu satelit beroperasi di orbit untuk menawarkan konektivitas kepada konsumen.

Pendaratan di Bulan Hadapi Penundaan

Kegagalan Blue Origin mengantarkan satelit ke orbit Bumi yang tepat menandai kemunduran besar dan bukan hanya bagi perusahaan yang terlibat. Insiden ini juga bisa berdampak pada rencana Amerika Serikat kembali mendaratkan manusia ke Bulan di 2028.

Mengingat roket New Glenn dijadwalkan memainkan peran vital dalam misi Bulan Artemis 3, insiden ini dapat memengaruhi linimasa Artemis.

FAA mengumumkan New Glenn akan dilarang terbang sampai penyelidikan selesai. "Ini bisa memakan waktu tiga, empat bulan, atau lebih lama. Jika lebih lama, tentu sangat mengecewakan dan itu mulai berdampak pada program Artemis," kata Todd Harrison dari American Enterprise Institute.

Artemis sebelumnya menghadapi penundaan bertahun-tahun. Rencana awalnya adalah mengembalikan manusia ke bulan tahun 2024. Target tersebut diundur menjadi 2028 dan bisa saja ditunda lagi.

Situasi ini menyoroti tantangan NASA saat berupaya menggunakan roket dan teknologi dari swasta. Selain Blue Origin, SpaceX yang dipimpin Elon Musk juga berperan dalam Artemis. Namun, perusahaan tersebut juga menghadapi tantangan dengan roket terbesarnya, Starship, yang meledak berkali-kali selama uji coba.




(fyk/afr)







Hide Ads