Misi kembalinya manusia ke Bulan lewat program Artemis II tidak akan berjalan lancar tanpa adanya fasilitas memadai, salah satunya urusan buang hajat. Aktivitas alamiah manusia itu terdengar sepele, tapi itu di situ titik pentingnya.
Dengan perjalanan selama dua minggu yang dilakukan astronaut Artemis II dari Bumi ke Bulan sampai balik lagi Bumi membuat keberadaan toilet luar angkasa mempunyai arti penting untuk menjalani aktivitas alamiah manusia.
Namun rupanya toilet luar angkasa di kapsul Orion mendapat preseden buruk dari publik. Komandan misi Artemis II, Reid Wiseman, pun membela sistem toilet tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah toilet yang luar biasa," ujar Wiseman, menanggapi berbagai komentar publik terkait fasilitas tersebut dikutip dari Space, Selasa (21/4/2026).
Misi Artemis II yang digagas oleh NASA akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Dalam perjalanan yang berlangsung beberapa hari itu, aspek kenyamanan kru, termasuk sistem sanitasi, menjadi perhatian penting.
Menurut Wiseman, sistem toilet di kapsul Orion telah dirancang dengan baik dan memenuhi kebutuhan para astronot selama misi berlangsung.
Ia menekankan bahwa meskipun terlihat sederhana, fasilitas seperti toilet memiliki peran krusial dalam mendukung keberhasilan misi luar angkasa. Tanpa sistem yang andal, kenyamanan dan kesehatan kru bisa terganggu.
Setelah misi Artemis II sukses mengitari Bulan, NASA mengarahkan fokus ke tahap berikutnya. Misi besar selanjutnya adalah benar-benar mendaratkan manusia kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.
Misi Artemis II menjadi tonggak penting karena merupakan penerbangan berawak pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo tahun 1972. Namun, keberhasilan ini baru langkah awal dari ambisi yang jauh lebih besar.
Tahapan berikutnya adalah Artemis III yang direncanakan meluncur 2027. Alih-alih langsung mendarat, misi ini akan fokus pada pengujian manuver kompleks di orbit Bumi, termasuk proses docking dengan wahana pendarat Bulan yang dikembangkan oleh perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin.
Langkah ini krusial karena teknologi pendaratan tersebut masih belum sepenuhnya matang. NASA perlu memastikan semua sistem bekerja sempurna sebelum mengirim manusia turun ke permukaan Bulan.
(agt/afr)

