Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ambisi NASA Mendarat 73 Kali di Bulan dan Bangun Hunian Manusia

Ambisi NASA Mendarat 73 Kali di Bulan dan Bangun Hunian Manusia


Fino Yurio Kristo - detikInet

Strategi Baru NASA: Bangun Pangkalan di Permukaan Bulan, Bukan di Orbit
Foto: DW (News)
Jakarta -

NASA merilis "Panduan Pengguna Pangkalan Bulan" (Moon Base User's Guide) yang merinci berbagai tantangan yang harus diatasi guna menyelesaikan 73 rencana pendaratan di Bulan dan membangun pangkalan permanen. Dokumen sembilan halaman ini memuat daftar mendasar mengenai apa saja yang dibutuhkan NASA untuk mewujudkan rencana sangat ambisius itu.

NASA menginginkan serangkaian misi bulan secara masif dengan wahana robotik dan tak berawak melakukan pendaratan di bulan 21 kali dalam tiga tahun ke depan, untuk meletakkan landasan bagi pangkalan senilai USD 20 miliar dan bersiap menjalankan misi berawak pertama di 2028. Mereka juga menyatakan akan meluncurkan pesawat luar angkasa "Freedom" bertenaga nuklir ke Mars di 2028.

Meski misi Artemis II menunjukkan NASA masih mampu menerbangkan manusia ke Bulan, panduan ini menyoroti banyaknya celah di dalamnya. Keterbatasan mencakup sistem pendaratan, sistem hunian, dan sistem daya atau pada dasarnya, semua hal yang dibutuhkan manusia untuk mendarat dan tinggal di Bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut bahwa pihaknya bekerja paling maksimal ketika dihadapkan hal yang nyaris mustahil. "Kami ingin mendaratkan banyak barang, dan tidak apa-apa jika ada yang rusak. Kita akan belajar dari sana," cetusnya, Sabtu (18/4/2026).

Terlepas dari keberhasilan Artemis II, program Artemis ternyata melampaui anggaran (menelan biaya lebih dari USD 100 miliar sejauh ini) dan tertinggal dari jadwal, di mana awalnya NASA menargetkan pendaratan berawak tahun 2024.

Rencana 73 pendaratan di bulan oleh NASA akan dilakukan dalam tiga fase. Belum jelas berapa banyak dari misi tersebut yang akan berawak, tapi NASA menyatakan bahwa mereka akan memulainya dengan serangkaian misi awal secara cepat menggunakan robot dan armada tak berawak. Adapun rotasi kru di Bulan diharapkan sudah menjadi rutinitas pada Fase 3.

Fase 1 akan mencakup 25 peluncuran dan 21 pendaratan untuk membangun akses yang sering dan andal ke permukaan Bulan. Fase ini dijadwalkan selesai tahun 2029.

Fase 2, yang direncanakan berlangsung antara 2029 dan 2032, akan dilanjutkan dengan 27 peluncuran dan 24 pendaratan untuk membangun infrastruktur Bulan tahap awal dan menyelenggarakan misi berawak tiap setengah tahun.

Fase 3, yang dimulai tahun 2032 hingga waktu yang belum ditentukan, akan mencakup 29 peluncuran dan 28 pendaratan lainnya guna merancang teknologi kepulangan kargo tak berawak dan membangun eksistensi manusia berkelanjutan.

Tentu saja, hal ini jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Membangun pangkalan di kutub selatan bulan menghadirkan jauh lebih banyak tantangan, dimulai dengan penyediaan kebutuhan dasar seperti sumber daya listrik yang konsisten.

"Pembangunan dan penyediaan elemen Pangkalan Bulan akan berpusat di kawasan Kutub Selatan bulan. Wilayah ini memiliki kondisi pencahayaan yang sangat berbeda dari dataran rendah ekuator maupun dataran tinggi yang dikunjungi Apollo," tulis NASA.

NASA memerlukan pengetahuan akurat mengenai kondisi pencahayaan dan performa panel surya untuk mengembangkan opsi tenaga surya yang tepat. Selain itu, sistem tersebut juga harus cukup tangguh untuk bertahan dari kontak dengan debu bulan bermuatan listrik yang sangat tajam. Rencana jangka panjang NASA di penyediaan daya juga mencakup pembangunan reaktor nuklir di bulan.

Terdapat pula beberapa hal belum pasti yang nyaris tidak disinggung, seperti bagaimana respons tubuh manusia jika tinggal lama di Bulan. Hal ini mencakup dampak dari paparan debu bulan, gravitasi mikro, dan sinar kosmik pemicu kanker, di samping tantangan logistik seputar pasokan penunjang kehidupan, fasilitas olahraga, dan nutrisi.




(fyk/hps)







Hide Ads