Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Astronaut China Sukses Panen Tomat di Stasiun Antariksa Tiangong

Astronaut China Sukses Panen Tomat di Stasiun Antariksa Tiangong


Anggoro Suryo - detikInet

Astronaut China panen tomat di stasiun luar angkasa Tiangong
Foto: CCTV
Jakarta -

Pemandangan menarik baru saja terjadi di stasiun antariksa Tiangong. Para astronaut asal China yang tengah bertugas berhasil memanen 'tomat luar angkasa' dari hasil eksperimen budidaya tanaman di orbit Bumi.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh China Central Television (CCTV), tampak deretan tomat ceri yang sukses ditanam menggunakan teknik budidaya aeroponik. Para astronaut terlihat antusias memotret, memetik, lalu menyegel dan menyimpannya secara terpisah untuk keperluan penelitian lebih lanjut.

Teknologi Kabut Air dan 'Pojok Penyembuhan'

Perangkat inovatif yang digunakan untuk menanam tomat tersebut dikembangkan secara khusus oleh tim dari China Astronaut Research and Training Center. Sistem ini bekerja dengan cara menguapkan air menjadi kabut halus, sehingga efisiensi penggunaan air di lingkungan luar angkasa yang serba terbatas dapat meningkat secara signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sebelum momen panen ini tiba, pada bulan Februari lalu astronaut Zhang Hongzhang juga sempat membagikan video tur singkat yang memperlihatkan area tempat tomat tersebut ditanam. Area hijau di tengah dinginnya ruang angkasa itu bahkan dijuluki sebagai 'pojok penyembuhan' (healing corner) oleh para kru di dalam stasiun Tiangong.

Persiapan Misi Antariksa Jangka Panjang

Keberhasilan panen tomat ini barulah permulaan. Sesuai rencana, awak astronaut dari misi Shenzhou-21 dijadwalkan akan melanjutkan eksperimen budidaya aeroponik dengan mencoba menanam gandum, wortel, hingga tanaman obat pangan.

Eksperimen berkelanjutan ini dilakukan untuk memverifikasi keandalan teknologi serta memperluas variasi tanaman yang bisa hidup di luar angkasa. Ke depannya, seluruh data dari eksperimen ini akan menjadi fondasi krusial bagi misi antariksa jangka panjang, di mana keberadaan sistem pendukung kehidupan bioregeneratif (bioregenerative life support system) mutlak diperlukan agar astronaut bisa bertahan hidup tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari Bumi.

Eksperimen Fisika dan Pemantauan Kesehatan

Selain disibukkan dengan urusan bercocok tanam, awak Tiangong rupanya juga rutin melakukan berbagai eksperimen ilmu fisika mikrogravitasi. Tugas mereka meliputi pembersihan sisa sampel, penggantian sampel eksperimen, pemeliharaan elektroda mekanisme aksial, hingga membersihkan lensa penutup jendela pandang.

Di sela-sela tugas tersebut, para astronaut secara disiplin melakukan inspeksi dan pemeliharaan sistem pendukung kehidupan regeneratif. Mereka memantau perkembangan mikroorganisme di dalam stasiun untuk mencegah penyebaran mikroba berbahaya di lingkungan orbit.

Tim juga secara berkala melakukan tes darah dan pelatihan medis darurat. Sampel darah tersebut digunakan untuk membantu tim medis di Bumi dalam memantau kondisi kesehatan para kru secara akurat.

Sebagai informasi, misi Shenzhou-21 yang membawa tiga awak astronaut ini diluncurkan dari Jiuquan Satellite Center, China, pada 31 Oktober 2025 lalu. Pada 9 Desember 2025, para kru telah berhasil merampungkan rangkaian misi extravehicular activity (EVA) perdana mereka.




(asj/asj)






Hide Ads