Kartu grafis Nvidia RTX 3070 sempat menjadi salah satu GPU primadona bagi para gamer. Namun seiring berjalannya waktu, kapasitas VRAM 8GB bawaannya mulai menjadi kendala di tengah tuntutan game modern yang makin rakus memori.
Menyadari keterbatasan tersebut, seorang hardware modder memutuskan untuk tidak tinggal diam. Ia berhasil merakit ulang RTX 3070 miliknya menjadi versi 16GB yang berfungsi penuh, bermodalkan suku cadang hasil kanibal dari GPU yang sudah mati.
Proyek ekstrem ini dikerjakan oleh anggota forum ComputerBase dengan nama pengguna AssassinWarlord. Ia menggunakan bahan dasar berupa kartu grafis Gigabyte RTX 3070 Gaming OC yang dipadukan dengan komponen dari AMD Radeon RX 6900 XT yang GPU-nya sudah rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, RTX 3070 versi standar menggunakan delapan chip memori GDDR6 buatan Samsung yang masing-masing berkapasitas 1GB, totalnya jadi 8GB. Sementara itu, kartu Radeon RX 6900 XT yang sudah mati tersebut memiliki delapan chip Samsung berkapasitas 2GB. AssassinWarlord mencabut chip-chip memori AMD tersebut untuk melipatgandakan kapasitas memori pada kartu Nvidia-nya.
Proses Reballing yang Rumit
Tentu saja, proses ini tidak semudah mencabut dan memasang chip baru layaknya kepingan LEGO. AssassinWarlord harus melepaskan memori dari kedua kartu grafis dan melakukan proses reballing. Ini adalah proses yang sangat halus dan rumit, di mana ia harus mengganti bola-bola timah solder mungil di bagian bawah setiap paket memori agar bisa dipasang pada PCB yang baru.
Dengan bantuan dudukan cetakan 3D untuk stencil GDDR6, ia menyolder modul 16GB tersebut ke PCB RTX 3070. Namun, awalnya sistem tetap membacanya sebagai model 8GB. Ia harus mengubah resistor strap agar sistem GPU mau membaca tabel pengaturan waktu BIOS yang benar.
Mengakali BIOS dan Konsumsi Daya
Setelah sukses terbaca 16GB, kartu tersebut rupanya belum stabil. Layar kerap menjadi hitam (black screen) atau crash dengan warna solid saat GPU berpindah status daya (power state), terutama saat keluar dari aplikasi benchmark.
Usut punya usut, masalah ini bersumber dari konfigurasi timing 16GB di dalam BIOS Nvidia yang tampaknya tidak pernah diselesaikan secara sempurna oleh pabrikan, kemungkinan sisa-sisa eksperimen internal Nvidia di masa lalu. Karena file BIOS Nvidia modern terkunci sistem keamanan dan tidak bisa dimodifikasi bebas, modder ini harus mencari jalan memutar.
Solusinya adalah memodifikasi sistem registry Windows bernama `DisableDynamicPstate`. Modifikasi ini memaksa kartu grafis untuk terus menyala pada status performa tertinggi (P0), mencegahnya melakukan downclocking. Efek sampingnya, konsumsi daya saat idle (komputer tidak ngapa-ngapain) membengkak menjadi 70W. Namun, setidaknya kartu grafis kini berjalan stabil dengan memori ganda.
Dilengkapi Sakelar Fisik dan Peningkatan Performa
Yang membuat modifikasi ini makin unik, AssassinWarlord menambahkan sakelar fisik rakitan yang memungkinkan GPU tersebut booting dalam mode 8GB atau 16GB.
Berkat sakelar ini, ia bisa membandingkan perbedaan performa dengan akurat pada perangkat keras yang sama. Pada pengujian benchmark sintetis, perbedaannya memang tidak terlalu dramatis. Bahkan pada mode 8GB terkadang sedikit lebih cepat karena optimalisasi timing BIOS yang lebih matang.
Namun, keajaiban sesungguhnya terjadi saat bermain game berat. Saat menjalankan Marvel's Spider-Man 2 pada resolusi 4K dengan pengaturan grafis Very High, RTX 3070 mode 8GB kewalahan dan hanya mampu menghasilkan sekitar 20fps.
Ketika dialihkan ke mode 16GB (menggunakan sekitar 13,3GB VRAM), performanya melonjak drastis hingga lebih dari 40fps--melipatgandakan frame rate secara instan.
Meskipun ini bukan pertama kalinya seseorang merombak RTX 3070 menjadi 16GB (modder VIK-On pernah melakukannya beberapa tahun lalu), dedikasi AssassinWarlord yang menyatukan dua kartu rusak menjadi satu "monster" baru yang fungsional, ditambah sakelar fisik rakitannya, jelas patut diacungi jempol, demikian dirangkum detikINET dari TechSpot, Senin (18/5/2026).
(asj/fay)

