Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Marie Curie Dikubur di Peti Berlapis Timah, Ada Alasannya

Marie Curie Dikubur di Peti Berlapis Timah, Ada Alasannya


Aisyah Kamaliah - detikInet

Marie Curie. Historical portrait of the Polish-French physicist Marie Curie (1867-1934, nee Marya Sklodowska). With her husband Pierre, she isolated the radioactive elements polonium and radium in 1898. Marie won the 1911 Nobel Prize for Chemistry for thi
Ilmuwan Marie Curie dikenang atas karya tentang radioaktif. Siapa sangka, zat itu pula yang membuatnya harus dikubur dalam peti berlapis timah. Foto: Getty Images
Jakarta -

Ilmuwan Marie Curie dikenang atas karya tentang radioaktif. Siapa sangka, zat itu pula yang membuatnya harus dikubur dalam peti berlapis timah.

Karya perintisnya tentang radioaktivitas memberinya dua Hadiah Nobel, dia juga mendapat pengakuan sebagai 'ibu fisika modern'. Curie bukan hanya perempuan pertama yang memenangkan Hadiah Nobel, tetapi juga satu-satunya perempuan yang dianugerahi hadiah di dua bidang berbeda.

Pada tahun 1896, fisikawan Prancis Henri Becquerel menemukan bahwa garam uranium memancarkan sinar yang mirip dengan sinar-X dalam kemampuannya menembus benda. Penemuan ini menginspirasi Curie untuk mengeksplorasi temuan Becquerel sebagai bagian dari tesis penelitiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dia dan suaminya, Pierre Curie, mulai bekerja dan akhirnya menemukan radium dan polonium, dua unsur radioaktif baru, pada tahun 1898. Hasil ini menyebabkan keluarga Curie dianugerahi setengah dari Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1903. Setengah lainnya diberikan kepada Becquerel.

Melansir IFLScience, pada tahun 1911, setelah banyak tragedi pribadi (Pierre Curie meninggal mendadak pada tahun 1906), Curie dianugerahi Hadiah Nobel Kimia karena berhasil mengisolasi radium murni. Ia kemudian mendedikasikan penelitiannya untuk mempelajari kimia zat radioaktif serta aplikasinya dalam bidang kedokteran.

Bahkan, jika bukan karena karya Curie, pengobatan kanker kita mungkin tidak akan semaju seperti sekarang ini. Namun, meskipun menganjurkan tindakan pencegahan, paparan Curie yang konsisten dan berkepanjangan terhadap zat-zat ini membawa konsekuensi.

Marie Curie meninggal pada tanggal 4 Juli 1934, karena anemia aplastik yang disebabkan oleh pekerjaannya dengan radiasi. Anemia aplastik lebih dari sekadar anemia; ini adalah kondisi darah langka yang muncul ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan cukup sel darah baru agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Ketika Curie meninggal, tubuhnya sangat radioaktif sehingga ia harus dimakamkan dalam peti mati berlapis timbal. Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui hal ini sampai tahun 1995 ketika peti matinya digali.

Pada saat itu, pihak berwenang Prancis ingin memindahkan keluarga Curie ke mausoleum nasional, PanthΓ©on, untuk menghormati kontribusi mereka terhadap ilmu pengetahuan dan sebagai ikon dalam sejarah Prancis. Para pejabat yang bertanggung jawab atas penggalian tersebut menghubungi badan perlindungan radiasi Prancis dengan kekhawatiran tentang radiasi residual dan meminta bantuan untuk melindungi para pekerja di pemakaman.

Ketika para penggali mendekati makam mereka, mereka mendeteksi tingkat radiasi normal di udara, yang kemudian meningkat saat makam dibuka (meskipun tidak dalam jumlah besar). Awalnya, peti mati Marie Curie tampak terbuat dari kayu, tetapi ketika dibuka, mereka menemukan bahwa peti mati tersebut dilapisi dengan timbal setebal 2,5 milimeter (0,09 inci).

Pemeriksaan selanjutnya terhadap tubuh Curie mengungkapkan bahwa ia tetap terawetkan dengan sangat baik dan hanya terdeteksi tingkat kontaminasi alfa dan beta yang kecil. Hal ini, menurut Journal of British Society for the History of Radiology, kemungkinan karena Curie telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi paparan radiasi di masa tuanya.

Setelah 100 tahun, banyak barang miliknya, termasuk furnitur, buku masak, pakaian, dan catatan laboratorium, tetap sangat radioaktif. Catatan laboratorium tersebut sebenarnya disimpan dalam kotak berlapis timbal di Bibliothèque National, Paris, Prancis. Saat meminta akses ke benda-benda ini, pengunjung diharuskan menandatangani surat pernyataan pelepasan tanggung jawab dan mengenakan pakaian pelindung untuk mencegah paparan radium-226.




(ask/ask)




Hide Ads