Kisah Marie Curie, Ilmuwan Brilian yang Dituduh Jadi Pelakor

ADVERTISEMENT

Kisah Marie Curie, Ilmuwan Brilian yang Dituduh Jadi Pelakor

tim detikcom - detikInet
Minggu, 26 Jun 2022 05:45 WIB
Marie Curie. Historical portrait of the Polish-French physicist Marie Curie (1867-1934, nee Marya Sklodowska). With her husband Pierre, she isolated the radioactive elements polonium and radium in 1898. Marie won the 1911 Nobel Prize for Chemistry for thi
Marie Skłodowska-Curie adalah ilmuwan brilian yang sangat cerdas. Namun, di balik kecerdasannya, kisah personalnya justru lebih diminati oleh orang-orang biasa. Foto: Getty Images
Jakarta -

Marie Skłodowska-Curie adalah ilmuwan brilian yang sangat cerdas. Ia bahkan menerima Nobel pertamanya di tahun 1903 untuk bidang kimia, sesuatu yang mengukuhkan kepintarannya sangatlah luar biasa. Ia adalah pionir di bidang ilmu radioaktif.

Namun, di balik kecerdasannya, kisah personalnya justru lebih diminati oleh orang-orang biasa.

Melansir IFL Science, pada 1906, suami Marie Curie yakni Pierre Curie meninggal dunia, menjadikan Marie Curie seorang janda. Beberapa tahun kemudian, ia terlibat hubungan dengan ilmuwan Paul Langevin yang adalah salah satu murid dari Pierre.

Saat itu, hubungan Langevin dengan istrinya berjarak, namun secara teknis mereka masih dalam hubungan pernikahan. Percintaan Marie Curie dan dirinya pun membawa kehancuran di depan mata, membuat istrinya geram dan memutuskan memberikan isu ini ke media.

Saat itu, Curie, Langevin dan sekitar 20 ilmuwan lainnya sedang diundang oleh seorang pejabat di Brussels, 1991. Di sanalah surat cinta Curie dan Langevin tersebar di media, sehingga citra Curie langsung hancur dan ia disebut sebagai penghacur rumah tangga.

Sesudah konferensi di Brussel, Curie kembali ke Prancis dan mendapati rumahnya sudah dikepung banyak orang. Saat itu, anaknya yang berusia 7 tahun dan 14 tahun hanya bisa berdiam diri, ketakutan. Marie Curie akhirnya memutuskan untuk pindah sementara waktu ke rumah temannya membawa anak-anaknya hingga isu itu mereda.

Albert Einstein bahkan sempat menyurati Marie Curie untuk mendukung Curie. Singkatnya, Einstein meminta Curie untuk mengabaikan para pembenci dan mengatakan bahwa ia mengagumi kecerdasan Curie.

"Saya terdorong untuk memberitahu Anda betapa saya mengagumi kecerdasan Anda, dorongan Anda, dan kejujuran Anda, dan bahwa saya menganggap diri saya beruntung telah berkenalan secara pribadi dengan Anda di Brussel," seperti itu sedikit kalimat dari surat yang Einstein tulis.

Meski skandal menghujan, Marie Curie pada akhirnya dianugerahi Nobel kedua, meskipun komite nominasi berusaha untuk mencegah Curie pergi ke Stockholm untuk menerimanya guna menghindari skandal. Dengan kehidupan pribadi dan profesionalnya yang berantakan, dia depresi dan memutuskan mundur dari mata publik.



Simak Video "Medali Nobel Jurnalis Rusia Dilelang Rp 1,5 T untuk Anak-anak Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT