PlayStation melaporkan tidak akan lagi menghadirkan game single player andalannya ke PC, termasuk Ghost of Yotei. Banyak orang berspekulasi terkait alasannya dan analis berpendapat seperti ini.
Dari sekian banyak dugaan yang mengarah pada perubahan strategi PlayStation, salah satu alasan penting yang terlihat adalah game mereka tidak berkinerja baik di Steam alias kurang laku. Sebagai contoh, Marvel's Spider-Man 2 terjual 16 juta kopi di PS5, tetapi hanya 700 ribu di PC.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Newzoo, mereka menemukan masalah yang menghantui kinerja buruk game PlayStation di PC. Menurut mereka, penundaan waktu rilis mungkin bisa menjadi penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data Newzoo menunjukkan bahwa judul-judul PlayStation yang diporting ke PC setelah peluncuran di konsol biasanya hanya menyumbang sekitar 13% dari total pemain di PC dalam tiga bulan pertama di kedua platform. Sebagai perbandingan, ketika judul-judul AAA yang sebanding diluncurkan secara bersamaan di PC dan konsol, PC menyumbang sekitar 44% dari total pemain dalam periode yang sama," kata direktur intelijen pasar, Manu Rosier, dilansir The Gamer, Rabu (11/3/2026).
Selain itu, Newzoo juga menemukan data bahwa daya tarik port PlayStation di Steam mulai memudar. Hal ini terbukti dari peluncuran yang lebih baru tidak cukup sukses dibandingkan sebelumnya.
Newzoo menguraikan beberapa game PlayStation untuk PC yang berhasil meraih pangsa pasar seperti Horizon Zero Dawn 22% (4 juta pemain sepanjang masa), God of War (2017) 14% (3,5 juta), dan Marvel's Spider-Man 14% (3,8 juta).
"Porting game yang lebih baru umumnya memiliki pangsa pasar PC yang lebih kecil, termasuk Ratchet & Clank: Rift Apart (8%), Horizon Forbidden West (7%), God of War RagnarΓΆk (6%), dan Marvel's Spider-Man 2 (5%)," ungkap Rosier.
Namun pengecualian buat Ghost of Tsushima yang mencolok dengan pangsa pasar PC sebesar 11% (2,1 juta pemain). Asumsinya ialah kemungkinan besar keberhasilannya didukung oleh fakta bahwa game ini menjadi rilisan PC pertama dari franchise tersebut.
Faktor lain yang berperan penting selain waktu perilisan, yakni harga jualnya tetap mahal padahal sudah melewati siklus promosi dan pemasaran. Belum lagi tidak sedikit yang menilai kualitas buruk di beberapa port yang merusak persepsi PlayStation di PC.
Namun, yang menarik adalah meskipun Sony dilaporkan telah membatalkan rencana untuk memporting game single-player-nya ke Steam, masih ada yang tetap mendapat perhatiannya. Mereka diduga akan terus menerbitkan game live-service di berbagai platform secara serentak, seperti Helldivers 2 dan sekarang Marathon.
(hps/fyk)