Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Begini Awal Mula Kepiting Jalan Menyamping

Begini Awal Mula Kepiting Jalan Menyamping


Panji Saputro - detikInet

kepiting jadi merah saat dimasak
Ilustrasi kepiting. Foto: iStock
Jakarta -

Cara berjalan menyamping yang ikonik pada kepiting memang tampak unik. Namun tidak sedikit dari para ilmuwan penasaran tentang bagaimana asal usulnya.

Untuk mengungkap hal itu, ahli ekologi perilaku dari Universitas Nagasaki di Jepang, Yuuki Kawabata, bersama rekan-rekanannya telah mengumpulkan 50 kepiting, yang mana masing-masing dari spesies berbeda. Kepiting ini dikumpulkan dari berbagai macam negara yang diambil di kolam pasang surut, laut, akuarium, dan pasar ikan lokal.

Lalu kepiting-kepiting itu di taruh di dalam kolam, dan tim tersebut mencatat setiap pergerakannya. Mereka memperhatikan bagaimana hewan ini bergerak, terutama mengawasi apakah akan ada yang berjalan ke depan atau tetap ke samping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kemudian mereka memetakan hasilnya ke sebuah pohon evolusi kepiting, yang dibangun dari DNA ratusan spesies oleh peneliti lain. Hal ini memungkinkan Kawabata dan rekan-rekannya melihat sejarah kepiting, dan awal mula hewan ini berjalan menyamping.

Temuan mereka sangat menarik, gerakan menyamping kepiting berasal dari satu kelompok leluhur yang sudah hidup sekitar 200 juta tahun lalu. Kelompok yang mewarisi gerakan ini adalah Eubrachyura.

Kawabata berpendapat, gerakan menyamping ini membuat kepiting menyebar dengan cepat. Gerakannya dinilai memiliki keunggulan yang menawarkan jalan keluar lebih cepat dari predator.

Evolusi ini tidak terjadi dengan mudah. Hal ini tidak hanya membutuhkan perubahan pada otot dan ligamen, tetapi juga penataan ulang aktivitas saraf yang memengaruhi banyak aspek kehidupan kepiting. Beberapa aspek yang dimaksud seperti bagaimana mereka mencari makan, menggali, bersosialisasi, dan kawin.

"Luasnya spesies yang diteliti menjadikan studi ini kuat," kata AndrΓ©s Vidal-Gadea, seorang ahli neuroetologi di Illinois State University di Normal, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dilansir Science News, Sabtu (16/5/2026).

Dan meskipun evolusinya menakjubkan, tambahnya, itu mungkin sebenarnya merupakan penyederhanaan: kepiting yang berjalan menyamping membutuhkan lebih sedikit sel saraf untuk mengendalikan otot mereka daripada generasi sebelumnya .

"Alih-alih setiap sendi di kaki kepiting harus memainkan peran yang kurang lebih sama, pada dasarnya hanya ada dua sendi utama yang melakukan hampir 90 persen pekerjaan. Hal itu langsung menyederhanakan masalahnya," kata Vidal-Gadea.




(hps/hps)
TAGS




Hide Ads