Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bantu OpenAI Tumbuh Besar, Microsoft Takut Bernasib Seperti IBM

Bantu OpenAI Tumbuh Besar, Microsoft Takut Bernasib Seperti IBM


Virgina Maulita Putri - detikInet

Executive Chairman and CEO of Microsoft Corporation Satya Nadella speaks during the
Executive Chairman dan CEO of Microsoft Corporation Satya Nadella (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta -

Perselisihan antara Elon Musk dan Sam Altman di meja hijau dalam dua pekan terakhir berpusat pada evolusi OpenAI. Namun, persidangan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Microsoft sebagai mitra terdekat OpenAI.

Salah satu dokumen yang diungkap dalam persidangan ini menunjukkan CEO Microsoft Satya Nadella khawatir OpenAI akan menggulingkan perusahaannya dalam hierarki teknologi sejak April 2022, tujuh bulan sebelum peluncuran ChatGPT.

"Saya tidak ingin menjadi IBM dan OpenAI menjadi Microsoft," tulis Nadella dalam email kepada eksekutif Microsoft pada April 2022, seperti dikutip dari CNBC, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nadella merujuk pada era teknologi tiga dekade yang lalu ketika Microsoft berhasil mengungguli IBM, perusahaan yang lebih senior dan merupakan produsen komputer nomor satu di zamannya.

Pada tahun 1980, IBM sepakat untuk mendistribusikan sistem operasi Microsoft di perangkat komputernya. Namun pada akhirnya Microsoft justru tumbuh lebih besar ketimbang IBM.

ADVERTISEMENT

Microsoft merupakan salah satu pendukung awal OpenAI dan terbesar. Sejak tahun 2019, Microsoft sudah mengucurkan investasi lebih dari USD 13 miliar untuk perusahaan yang dipimpin Sam Altman tersebut.

Untuk menghindari nasib yang sama seperti IBM, Microsoft perlu memastikan mereka tidak hanya menyediakan layanan cloud Azure kepada OpenAI tapi juga berada di posisi yang menguntungkan lewat perjanjian kekayaan intelektual.

"Menjadi semakin penting dan mendasar bagi kami untuk memiliki kendali nyata di setiap lapisan stack," kata Nadella saat bersaksi di persidangan Musk versus Altman pada Senin (10/5) lalu.

Dalam empat tahun setelah komentarnya tentang IBM, kekhawatiran Nadella mulai menjadi kenyataan. Model dan layanan OpenAI berkembang pesat hingga valuasi perusahaan itu tumbuh hingga USD 850 miliar.

OpenAI juga sudah bermitra dengan perusahaan kompetitor Microsoft seperti Google, Oracle, dan Amazon. Nadella kemudian menekankan betapa pentingnya bagi Microsoft untuk memiliki model AI sendiri.

"Pada dasarnya, kami melepaskan kesempatan di pihak kami untuk mengembangkan (model) kami sendiri, jadi sangat penting bagi kami untuk memiliki hak kekayaan intelektual," kata Nadella merujuk pada kesepakatan awal dengan OpenAI.




(vmp/fay)






Hide Ads