×
Ad

Ilmuwan Ciptakan Laba-laba yang Hasilkan Sutra Merah Menyala

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 03 Apr 2026 07:47 WIB
Ilustrasi laba-laba merah. Foto: The Daily Galaxy
Jakarta -

Para ilmuwan berhasil menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, laba-laba yang mampu menghasilkan sutra berwarna merah terang yang bercahaya. Terobosan ini disebut-sebut bisa membuka jalan bagi material masa depan yang lebih kuat dan canggih.

Eksperimen ini dilakukan oleh tim peneliti di Jerman yang menggunakan teknologi rekayasa genetika CRISPR-Cas9 untuk memodifikasi DNA laba-laba. Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menyisipkan gen protein fluoresen merah ke dalam sel penghasil sutra laba-laba.

Hasilnya, laba-laba yang dimodifikasi mampu menghasilkan benang sutra yang bisa menyala merah di bawah cahaya tertentu. Ini adalah sebuah fenomena yang belum pernah tercapai sebelumnya.

"Ini pertama kalinya CRISPR digunakan pada laba-laba," ujar Thomas Scheibel, ahli biokimia dan pemimpin penelitian, dikutip dari The Daily Galaxy.

Para peneliti menggunakan spesies laba-laba rumah (Parasteatoda tepidariorum), yang umum digunakan dalam penelitian. Namun, rekayasa genetika pada laba-laba tergolong sulit karena struktur genomnya kompleks, sifat kanibalistiknya yang membuat sulit dibudidayakan, serta proses reproduksinya sulit dikontrol.

Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan menyuntikkan gen ke dalam telur laba-laba sebelum berkembang. Pada tahap awal, ilmuwan menguji teknologi ini dengan memodifikasi gen yang berperan dalam perkembangan mata.

Hasilnya, beberapa laba-laba lahir tanpa mata, membuktikan bahwa CRISPR berhasil mengubah DNA secara presisi. Barulah setelah itu, eksperimen dilanjutkan untuk menghasilkan sutra bercahaya.

Bisa Jadi Material Masa Depan

Sutra laba-laba sudah dikenal sebagai salah satu material alami terkuat di dunia. Material ini lebih kuat dari baja dengan bobot yang jauh lebih ringan.

Dengan modifikasi ini, ilmuwan melihat potensi besar untuk penggunaan pada material medis atau benang operasi canggih dan berkualitas tinggi, bahan tekstil pintar, dan bahan ringan super kuat.

"Kemampuan ini membuka kemungkinan baru dalam ilmu material," jelas Scheibel.

Teknologi ini memungkinkan ilmuwan tidak hanya mengubah warna sutra, tetapi juga menambahkan fungsi baru pada material tersebut. Misalnya, membuat sutra yang lebih elastis, tahan panas, bahkan bisa memiliki fungsi biologis tertentu.

Penelitian ini menjadi langkah awal menuju era baru di mana material tidak hanya dibuat, tetapi 'ditumbuhkan' melalui organisme hidup. Meski masih dalam tahap awal, eksperimen ini menunjukkan bahwa batas antara biologi dan teknologi semakin tipis.

Penemuan laba-laba dengan sutra merah bercahaya ini bukan hanya unik, tetapi juga menjadi bukti bahwa rekayasa genetika bisa mengubah cara manusia menciptakan material, dari yang selama ini dibuat di pabrik, menjadi diproduksi langsung oleh makhluk hidup.



Simak Video "Video: Trump Usul Ubah Aturan Perlindungan Habitat Spesies Terancam Punah"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork