Perusahaan infrastruktur internet Akamai memperkenalkan kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan untuk layanan Guardicore Segmentation buatannya. Pembaruan ini ditujukan untuk mempermudah organisasi dalam menyusun dan menerapkan kebijakan keamanan siber di tengah ancaman yang terus berkembang.
Saat ini peretas sering kali bergerak sangat cepat ketika menyusup dari satu sistem ke sistem lain di dalam jaringan, atau yang biasa dikenal dengan istilah pergerakan lateral. Tim keamanan TI kerap kesulitan untuk merespons dan memblokir pergerakan peretas ini jika hanya mengandalkan cara manual atau perangkat keamanan lama.
Lewat peluncuran ini, Akamai menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali serta menganalisis perilaku aplikasi secara otomatis. Sistem kemudian akan menyusun rekomendasi kebijakan keamanan yang siap untuk langsung digunakan oleh administrator. Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi kebiasaan di mana tim TI harus menebak-nebak saat menetapkan aturan kontrol keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa peningkatan teknis yang dihadirkan oleh Akamai dalam versi ini. Sistem kini bisa melakukan penemuan dan pemantauan terus-menerus untuk memberikan gambaran kondisi jaringan secara seketika. Pemantauan analitis ini menjadi dasar yang lebih terukur untuk menerapkan prinsip keamanan Zero Trust.
Kecerdasan buatan yang disematkan juga mampu mensimulasikan dampak dari sebuah kebijakan keamanan sebelum benar-benar diterapkan ke seluruh sistem perusahaan. Langkah preventif ini membantu organisasi menekan risiko gangguan operasional dan mengurangi beban kerja manual yang memakan waktu.
Selain itu, Akamai kini menyediakan portal khusus bagi para pemilik aplikasi di dalam struktur perusahaan. Melalui portal tersebut, alur persetujuan aturan keamanan bisa berjalan lebih ringkas tanpa harus selalu menumpuk dan membebani tim keamanan utama.
Ofer Wolf, Senior Vice President dan General Manager Enterprise Security Akamai, menjelaskan bahwa fitur baru ini dikembangkan dari hasil evaluasi terhadap lebih dari 500 proyek segmentasi keamanan. Timnya memetakan berbagai hambatan umum yang sering dialami pelanggan, mulai dari sisi teknologi, alur proses kerja, hingga faktor manusianya.
"Kami menganalisis lebih dari 500 proyek segmentasi untuk mengidentifikasi berbagai hambatan umum serta faktor-faktor yang mendorong kesuksesan di bidang teknologi, proses, dan perilaku manusia," kata Wolf, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Solusi keamanan pembaruan ini secara khusus ditargetkan untuk perusahaan yang mengelola lingkungan teknologi informasi gabungan, komputasi awan, Kubernetes, hingga sistem pemrosesan kecerdasan buatan. Harapannya, infrastruktur perusahaan bisa lebih tangguh terhadap penyebaran serangan seperti ransomware sekaligus tetap patuh pada standar regulasi pengelolaan data yang berlaku.
(asj/rns)

