Di hutan hujan Madagascar, para ilmuwan menemukan laba-laba kecil yang mampu membuat jaring raksasa dengan ukuran tali utama hingga sekitar 25 meter. Jaring laba-laba tersebut tidak hanya panjang, tetapi benang sutranya lebih kuat dan lebih tahan daripada Kevlar, bahan yang biasa digunakan pada rompi anti peluru.
Spesies ini dikenal sebagai laba-laba kulit kayu Darwin (Caerostris darwini), yang pertama kali ditemukan oleh zoolog Igni Agnarsson dan biologist MatjaΕΎ Kuntner pada 2008. Menurut laporan yang dimuat di The Journal of Arachnology, laba-laba ini membangun jaring yang sangat besar di atas sungai dan aliran, dengan tali utamanya dapat mencapai panjang lebih dari 25 meter.
Struktur ini menjadi unik karena dibangun di ruang terbuka di atas permukaan air, diikatkan pada pepohonan di kedua sisi sungai. Para peneliti menyebutkan bahwa keseimbangan posisi jaring di atas air membuatnya harus tahan terhadap tarikan angin, tegangan akibat serangga yang terperangkap, serta kondisi lingkungan yang dinamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, evolusi sutra laba-laba ini tampaknya menghasilkan material yang luar biasa kuat dan lentur untuk menopang jaring yang luas tersebut. Uji kekuatan sutra yang dibuat laba-laba ini menunjukkan hasil yang mengejutkan.
"Laba-laba ini terkenal karena telah dibuktikan bahwa salah satu jenis sutra yang dihasilkannya, yang disebut sutra dragline, merupakan sutra laba-laba terkuat yang pernah diukur," kata Dr. Jessica Garb, pakar biologi evolusi dari University of Massachusetts Lowell, dikutip dari The Daily Galaxy.
Kunci Kekuatan
Menurut peneliti, salah satu kunci kekuatan ini adalah elastisitas tinggi. Sutra laba-laba dapat meregang dua kali lebih jauh daripada sutra yang dihasilkan oleh spesies laba-laba lain sebelum putus. Perpaduan antara kekuatan dan elastisitas ini membuat jaring tetap utuh saat menangkap serangga yang berjuang untuk lepas, serta menyerap dan menyebarkan energi tarik tanpa mudah rusak.
Ukuran tali utama yang mencapai sekitar 25 meter memungkinkan laba-laba ini membuat jaring yang secara keseluruhan dapat menutupi area yang sangat besar di atas badan air. Sejumlah pengamatan mencatat jaring laba-laba tersebut menempati area lebih dari 30 meter persegi, sebuah ukuran yang hampir tidak diperkirakan mampu dibangun oleh hewan kecil ini.
Meski tubuhnya hanya selebar beberapa sentimeter, Caerostris darwini membuktikan bahwa ukuran kecil tidak selalu berarti keterbatasan kemampuan. Jaring yang mereka bangun secara efektif menangkap berbagai serangga terbang yang lewat, memberi laba-laba ini sumber makanan yang lebih kaya dibanding jaring yang lebih kecil milik spesies lain.
Para peneliti masih menyelidiki struktur molekuler sutra yang membuatnya begitu kuat dan fleksibel. Mereka berharap studi lanjutan akan membantu memahami bagaimana organisme sederhana ini mampu menghasilkan material biologis yang mengungguli kain sintetis tercanggih yang dibuat manusia sejauh ini.
(rns/rns)