Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Yang Takut Laba-laba, Spesies Ini Bisa Nyamar Jadi Daun Kering

Yang Takut Laba-laba, Spesies Ini Bisa Nyamar Jadi Daun Kering


Aisyah Kamaliah - detikInet

Banyak hewan yang dapat berkamuflase, salah satunya adalah spesies laba-laba genus Poltys. Laba-laba ini bisa menyamar mirip daun kering.
Banyak hewan yang dapat berkamuflase, salah satunya adalah spesies laba-laba genus Poltys. Laba-laba ini bisa menyamar mirip daun kering. Foto: Bernard DUPONT via Wikimedia Commons
Jakarta -

Banyak hewan yang dapat berkamuflase, salah satunya adalah spesies laba-laba genus Poltys. Laba-laba ini bisa menyamar mirip daun kering yang sudah mati.

Poltys adalah genus laba-laba penenun bola, sebuah keluarga yang terkenal karena kemampuannya membuat jaring berbentuk roda spiral. Banyak spesies aktif di malam hari, membangun atau memperbaiki jaringnya saat matahari terbenam untuk menangkap serangga terbang di malam hari.

Agar tetap tersembunyi dari predator selama jam-jam sinar matahari, Poltys telah secara unik mengadaptasi ciri-ciri anatomi yang membuat laba-laba ini terlihat seperti ranting, daun, dan tumbuhan lainnya. Melansir IFLScience, Rabu (25/3/2026) mereka akan menetap di suatu lokasi, meringkuk anteng selama berjam-jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ini adalah contoh utama evolusi melalui seleksi alam. Prosesnya tidak terjadi dalam semalam dengan transformasi yang dramatis, namun dengan perbedaan yang sangat kecil dan hampir tidak terlihat. Contohnya adalah badan yang sedikit bergelombang hingga sedikit warna yang menyatu dengan lingkungan sekitar.

Selama beberapa generasi, individu yang paling mirip dengan daun, kulit kayu, atau ranting cenderung menghindari predator dan bertahan cukup lama untuk bereproduksi, sehingga mewariskan gen mereka ke generasi berikutnya.

Lebih lanjut, ada lusinan spesies yang angkanya pun terus bertambah ditemukan di Afrika, Asia, dan Australia. Salah satu spesies tersebut adalah Poltys idae, juga dikenal sebagai 'Laba-laba Daun Mati' karena alasan yang jelas. Berasal dari Asia, tubuhnya perpaduan warna hijau dan coklat yang mencolok. Penyamarannya sangat detail bahkan tangkai daun, urat, dan teksturnya pun dapat ditiru dengan meyakinkan.

Generasi laba-laba lain menggunakan cara cerdik lainnya untuk tetap bersembunyi di habitat aslinya. Ambil contoh, laba-laba Phrynarachne ceylonica yang bentuknya seperti kotoran predatornya, burung. Mereka bahkan berbau seperti kotoran burung, kualitas yang semakin menyempurnakan penyamarannya sekaligus menarik lalat agar bisa memakannya. Cerdas.




(ask/fay)




Hide Ads