Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mengenal Ular Blue Pit Viper Indonesia, Viral di China Gegara Zootopia 2

Mengenal Ular Blue Pit Viper Indonesia, Viral di China Gegara Zootopia 2


Adi Fida Rahman - detikInet

Zootopia 2
Mengenal Ular Blue Pit Viper Indonesia, Viral di China Gegara Zootopia 2 Foto: People
Jakarta -

Film animasi terbaru Disney, Zootopia 2, baru saja memicu fenomena tak terduga di Negeri Tirai Bambu. Bukannya mengoleksi merchandise boneka, anak muda di China kini justru nekat memburu dan memelihara Ular Blue Pit Viper asli Indonesia.

Kesuksesan film ini, yang meraup pendapatan lebih dari 3,55 miliar yuan (Rp7,9 triliun), telah mengubah persepsi masyarakat terhadap reptil. Namun, tren ini membawa risiko besar karena spesies yang diburu adalah ular berbisa mematikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Penyebab utama tren ini adalah karakter baru bernama Gary De'Snake, seekor ular biru berbisa yang disuarakan oleh aktor pemenang Oscar, Ke Huy Quan. Karakter Gary digambarkan sangat antusias dan bertanggung jawab, sehingga berhasil menghapus citra "menyeramkan" pada reptil.

Gary ternyata terinspirasi langsung dari spesies Trimeresurus insularis (Island Bamboo Pit Viper) atau yang dikenal sebagai Ular Pit Viper Biru yang merupakan endemik asli Indonesia.

ular pit viper Indonesiaular pit viper Indonesia Foto: Mongabay

Mengenal Blue Pit Viper: Eksotis tapi Mematikan

Ular ini bukan sekadar hewan peliharaan biasa. Berikut adalah fakta penting mengenai spesies asli Indonesia Timur ini:

  • Warna Langka: Warna biru cerah yang ikonik terutama ditemukan di Pulau Komodo dan sekitarnya. Warna ini berasal dari pigmen khusus untuk kamuflase di hutan tropis.
  • Habitat: Endemik di Kepulauan Sunda Kecil, mulai dari Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Timor Leste.
  • Bisa Hemotoksik: Memiliki racun kuat yang menyebabkan kerusakan jaringan, pendarahan hebat, dan pembengkakan. Tanpa penanganan medis cepat, gigitannya bisa berakibat fatal.
ular pit viper Indonesiaular pit viper Indonesia Foto: Mongabay

Tren Nekat Gen Z di China

Tren ini mulai meledak tak lama setelah film dirilis pada 26 November lalu. Di berbagai platform e-commerce dan media sosial China seperti Douyin dan Xiaohongshu, permintaan terhadap ular ini melonjak drastis.

Salah satu contohnya adalah Qi Weihao, pemuda berusia 21 tahun asal Jiangxi. Ia rela merogoh kocek sebesar 1.850 yuan (sekitar Rp4,1 juta) demi membawa pulang seekor Pit Viper Biru hanya dua hari setelah menonton film.

"Zootopia 2 membantu memperbaiki citra reptil. Mereka bukan lagi pilihan aneh, dan Gary adalah representasi terbaiknya," ungkap Qi kepada CNN.

Menanggapi tren ini, otoritas dan platform digital di China bergerak cepat. Sejumlah marketplace dan media sosial menurunkan listing penjualan ular berbisa, termasuk platform video pendek dan e-commerce besar. Pengiriman hewan hidup berbisa sendiri dibatasi ketat oleh regulasi setempat.

Langkah ini diambil untuk mencegah dampak lanjutan dari tren viral budaya populer yang menyebar cepat di era digital.




(afr/afr)







Hide Ads