Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Filosofi Kamera Galaxy S26: Setiap Foto adalah Bahasa Kehidupan

Filosofi Kamera Galaxy S26: Setiap Foto adalah Bahasa Kehidupan


Anggoro Suryo - detikInet

Galaxy Unpacked 2026
Sungdae Joshua Cho, Head of Visual Solutions Teams Samsung Electronics. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Samsung tak hanya bicara soal megapixel dan AI saat meluncurkan Galaxy S26 Series di Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco, Amerika Serikat. Di balik peningkatan teknis, ada filosofi yang menjadi dasar pengembangan kameranya.

Sungdae Joshua Cho, Head of Visual Solutions Team Samsung Electronics, menyebut filosofi kamera Galaxy sederhana: setiap foto adalah bahasa kehidupan.

Menurutnya, foto bukan sekadar gambar, melainkan cara manusia menyampaikan emosi. Kamera harus mampu menangkap perasaan di setiap momen, baik siang maupun malam, dalam kondisi diam, bergerak, zoom, hingga macro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Fotografi adalah sebuah bahasa," ujarnya dalam dalam sesi roundtable bersama media di rangkaian acara Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco, Amerika Serikat.

Cho menjelaskan, pendekatan itu membuat timnya tak hanya fokus pada spesifikasi, tetapi pada bagaimana kamera bisa digunakan kapan saja tanpa hambatan. Ia menyebut banyak insinyur yang sebelumnya mengembangkan kamera DSLR kini terlibat dalam pengembangan kamera Galaxy.

Untuk mewujudkan filosofi tersebut, Samsung menetapkan lima pilar utama dalam pengembangan kamera Galaxy S26.

Pertama, esensi cahaya, yang menempatkan cahaya sebagai fondasi utama gambar. Kedua, kehadiran manusia, termasuk pengembangan bokeh dan tone selfie agar representasi manusia lebih natural.

Ketiga, kemampuan digunakan kapan saja, termasuk penguatan nightography dan stabilisasi video. Keempat, creative for all, lewat dukungan Pro Mode dan Expert RAW. Kelima, AI melampaui batas, yang menjadi fondasi sistem pemrosesan gambar terbaru di Galaxy S26.

Dengan pendekatan ini, Samsung memosisikan kamera Galaxy bukan hanya sebagai perangkat keras, melainkan alat komunikasi visual. Dari mengambil gambar, mengedit, hingga membagikan, seluruh proses dirancang agar emosi dalam sebuah momen dapat tersampaikan tanpa hambatan teknis.




(asj/rns)




Hide Ads