Huawei resmi meluncurkan smartwatch terbaru yang dirancang khusus untuk pelari, yakni Huawei Watch GT Runner 2, ke pasar Indonesia. Perangkat wearable ini hadir hadir dengan peningkatan akurasi posisi yang lebih akurat dan mendukung latihan lari pendek hingga maraton.
Huawei Campaign Manager, Adinda Agustina, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir Huawei berkomitmen menghadirkan perangkat pendukung bagi yang hobi pelari sampai kategori elit guna mencapai target di ajang lari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesi pengenalan Huawei Watch GT Runner 2 di pasar Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET |
"Huawei mengembangkan teknologi dan juga fitur-fitur yang tentunya lebih kuat dan lanjut lagi yang menunjukkan komitmen Huawei untuk terus menginspirasi. Huawei GT Runner 2 berkolaborasi dengan King of Marathon, Eliud Kipchige selaku Huawei Watch GT Runner Global Ambassador dalam membuat teknologi di Huawei GT Runner 2," ujar Adinda di Jakarta, Jumat (2/4/2026).
Dari sisi desiannya, Huawei GT Runner 2 menyesuaikan kebutuhan pelari, seperti bodinya yang lebih enteng sekitar 34,5 gram, di mana itu 10% lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya.
Bodi smartwatch ini 43,5 mm Γ 43,5 mm Γ 10,7 mm yang dipadu dengan strap strap AirDry woven yang dirancang lebih breathable untuk meningkatkan sirkulasi udara dan menyerap keringat selama aktivitas olahraga. Berdasarkan pengujian sekilas detikINET saat lari 5K, perangkat ini memang terasa ringan di tangan, dan tentunya tidak bikin gatal karena keringat ketika sedang beraktivitas.
Untuk layarnya sudah AMOLED 1,32 inci dengan resolkusi 466 x 466 piksel, PPI 352, dengan 3000 nits peak brightness yang mampu beradaptasi di bawah terik Matahari, sehingga pengguna bisa melihat layar dengan baik.
Huawei menyematkan berbagai teknologi pemantauan olahraga, termasuk mode maraton pintar dan sistem GPS presisi tinggi yang mampu melacak jarak, pace, serta rute lari secara detail.
Salah satu fitur unggulan pada GT Runner 2 adalah Intelligent Marathon Mode yang dirancang untuk membantu pelari merencanakan strategi lomba. Fitur ini memberikan panduan pace secara real-time, analisis performa, serta rekomendasi latihan agar pengguna dapat meningkatkan catatan waktu pribadi atau personal best (PB).
Perbandingan hasil lari 5 KM antara Huawei Watch GT Runner 2 dan Garmin Forerunner 165. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET |
Fitur yang menarik dari smartwatch ini dari peningkatan akurasi posisi pengguna karena Huawei membekali perangkat ini dengan teknologi 3D Floating Antenna dan sistem positioning dual-band yang mendukung berbagai satelit seperti GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS. Teknologi ini membantu menjaga akurasi rute bahkan di area dengan gangguan sinyal seperti gedung tinggi atau terowongan.
"Kalau di Jakarta itu ada gedung-gedung tinggi, kadang sinyalnya eror atau terdeteksi akurat, dengan Huawei Watch GT Runner 2 ini, kami memiliki teknologi Ultra Precision Positiong yang akan mendeteksi rute kalian dengan sangat akurat dengan tingkat akurasi sebesar 96%," tutur Adinda.
Selain itu, smartwatch ini juga mampu menampilkan berbagai metrik lari tingkat lanjut, seperti running power, analisis beban latihan, hingga estimasi waktu pemulihan setelah latihan. Fitur-fitur tersebut membuat perangkat ini dapat berfungsi sebagai pelatih digital bagi pelari.
Terkait daya tahan, Huawei GT Runner 2 ini disebut mendukung aktivitas aktif 32 jam dengan kondisi GPS aktif. Kemampuan tersebut bisa digunakan mengikuti lari maraton atau ultra. Sedangkan dalam kondisi standby bisa bertahan hingga 14 hari.
Komunitas jurnalis Deadline Runners saat menjajal Huawei Watch GT Runner 2. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET |
Adinda menyebutkan Huawei GT Runner 2 dapat digunakan atau terhubung dengan perangkat smartphone berbasis Android maupun iOS.
Namun sayangnya, Huawei Device Indonesia belum mengumumkan harga resmi dari Huawei Watch GT Runner 2 di pasar Indonesia.
(agt/rns)




