Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gua Tertua di Bumi Sudah Ada Sebelum Dinosaurus

Gua Tertua di Bumi Sudah Ada Sebelum Dinosaurus


Rachmatunnisa - detikInet

Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu sistem gua tertua di dunia ternyata sudah terbentuk jauh sebelum dinosaurus muncul di Bumi.
Foto: IFL Science
Jakarta -

Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu sistem gua tertua di dunia ternyata sudah terbentuk jauh sebelum dinosaurus muncul di Bumi.

Gua tersebut adalah Jenolan Caves, sebuah kompleks gua batu kapur yang berada di wilayah Blue Mountains, Australia. Usianya diperkirakan mencapai sekitar 340 juta tahun, menjadikannya salah satu sistem gua terbuka tertua yang pernah diketahui di planet ini.

Yang mengejutkan, gua ini sudah ada lebih dari 100 juta tahun sebelum dinosaurus pertama muncul di Bumi. Dinosaurus diperkirakan mulai muncul sekitar 230 juta tahun lalu, sementara Jenolan Caves sudah terbentuk jauh sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari IFL Science, kompleks gua ini terletak sekitar 175 kilometer dari Sydney di negara bagian New South Wales. Di bawah permukaan tanah, jaringan gua ini sangat luas dengan lebih dari 40 kilometer lorong bawah tanah dan lebih dari 300 pintu masuk yang telah teridentifikasi.

Di dalamnya terdapat berbagai formasi batu kapur seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ratusan juta tahun. Banyak ruang besar di dalam gua juga memiliki kolam air bawah tanah yang menambah keunikan lanskapnya.

ADVERTISEMENT

Cara Menentukan Usianya

Para peneliti menentukan usia gua dengan menganalisis mineral tanah liat yang terperangkap di dalamnya. Mineral tersebut berasal dari abu vulkanik kuno yang masuk ke gua dan kemudian mengkristal.

Dengan teknik penanggalan radiometrik yang memanfaatkan peluruhan unsur kalium menjadi argon, para ilmuwan dapat memperkirakan kapan mineral tersebut terbentuk.

Hasil analisis menunjukkan bahwa mineral itu sudah ada sekitar 340 juta tahun lalu, yang berarti gua tersebut sudah terbentuk setidaknya sejak masa itu.

Ketika gua ini terbentuk, kondisi Bumi sangat berbeda dari sekarang. Pada masa itu, banyak benua masih menyatu dalam superkontinen purba yang dikenal sebagai Gondwana.

Bahkan, sebagian wilayah yang kini menjadi Australia pernah berada di bawah laut. Seiring waktu, proses geologi mengangkat wilayah tersebut hingga membentuk sistem gua batu kapur yang kini bisa dijelajahi.

Penemuan ini juga mengubah pandangan lama para ilmuwan. Sebelumnya, banyak peneliti mengira gua biasanya merupakan formasi geologi yang relatif 'muda'.

Namun keberadaan Jenolan Caves menunjukkan bahwa sistem gua bisa bertahan selama ratusan juta tahun dan menjadi saksi perubahan besar dalam sejarah Bumi.

Saat ini, kompleks gua tersebut juga menjadi salah satu destinasi wisata alam terkenal di Australia, sekaligus laboratorium alami bagi para ilmuwan yang mempelajari geologi dan evolusi planet.




(rns/rns)




Hide Ads