Daftar Isi
Laptop gaming kelas menengah biasanya identik dengan kompromi. Ada yang menawarkan performa tinggi tapi layar biasa saja, ada juga yang desainnya terlalu 'gaming' sehingga kurang cocok dipakai di lingkungan kerja atau kampus. Lenovo Legion Pro 5i mencoba menghadirkan keseimbangan dari berbagai aspek tersebut.
Dalam generasi terbaru ini, Legion Pro 5i hadir dengan kombinasi hardware terbaru, layar OLED cepat, serta desain yang relatif minimalis. Hasilnya adalah laptop gaming yang bukan hanya cocok untuk bermain game, tetapi juga cukup kuat untuk kebutuhan produktivitas berat seperti editing video, desain grafis, hingga rendering.
Menariknya lagi, laptop ini juga menjadi contoh bagaimana konsumen mulai melihat perangkat teknologi bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi jangka panjang-terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut kita lebih bijak dalam menentukan prioritas belanja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lenovo Legion Pro 5i bergaya minimalis profesional. Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Desain Minimalis, Tetap Terlihat Profesional
Secara desain, Legion Pro 5i mengusung bahasa desain yang mirip dengan seri lebih mahal seperti Lenovo Legion Pro 7i, namun dengan pendekatan yang lebih mainstream.
Bodinya sebagian besar menggunakan material plastik, dengan bagian penutup layar memakai metal. Meski tidak sepenuhnya logam, build quality laptop ini tetap terasa solid dan nyaman di tangan. Permukaan bodinya juga halus dengan finishing matte yang terasa premium.
Satu hal yang perlu dicatat, warna hitam yang digunakan Lenovo pada generasi ini cukup mudah meninggalkan bekas sidik jari. Jadi pengguna mungkin perlu lebih sering membersihkan permukaan laptop agar tetap terlihat rapi.
Dari sisi dimensi, bobot laptop ini sekitar 2,4 kg untuk varian dengan GPU RTX 5070 Ti. Ukuran ini masih tergolong wajar untuk laptop gaming 16 inci.
Engsel layar juga cukup kokoh dan memungkinkan layar dibuka hingga 180 derajat. Ini membuat laptop lebih fleksibel digunakan dalam berbagai posisi, misalnya saat presentasi atau bekerja bersama rekan.
Desainnya yang relatif kalem membuat Legion Pro 5i bisa digunakan di lingkungan profesional tanpa terlihat terlalu mencolok seperti laptop gaming pada umumnya.
Keyboard Lenovo Legion Pro 5i yang lega Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Keyboard Nyaman dan Touchpad Luas
Lenovo menyematkan keyboard full-size lengkap dengan numpad pada Legion Pro 5i. Tombol panahnya juga berukuran penuh, sesuatu yang sering dihargai oleh gamer maupun pengguna yang sering bekerja dengan spreadsheet.
Keyboard Legion TrueStrike RGB 24-Zone dirancang responsif dan presisi. Dengan jarak travel key 1,6mm, soft-landing, serta fitur anti-ghosting, setiap tekanan tombol tereksekusi dengan akurat, baik saat bermain kompetitif maupun bekerja.
Keyboard ini terasa nyaman digunakan untuk mengetik dalam waktu lama. Meski terasa sedikit lebih lembut dibanding keyboard pada seri Legion kelas atas, pengalaman mengetiknya tetap memuaskan.
Laptop ini juga dilengkapi sistem pencahayaan RGB dengan 24 zona. Namun pencahayaan ini tidak secerah yang ada pada seri Legion 7i.
Touchpad yang digunakan berbahan plastik Mylar. Ukurannya cukup luas dan responsif untuk berbagai gestur seperti scrolling atau multitouch.
Sayangnya laptop ini belum dilengkapi fitur biometrik seperti sensor sidik jari atau kamera IR untuk login menggunakan Windows Hello.
Layar Lenovo Legion Pro 5i Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Layar OLED 240Hz yang Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan terbesar Legion Pro 5i ada di sektor layar, yaitu layar OLED PureSight 16 inch, dan dilengkapi DisplayHDR True Black 1000, Dolby Vision, dan G-Sync. Layar ini menampilkan detail tajam, warna kaya, serta akurasi tinggi yang mendukung kebutuhan gamer maupun kreator profesional.
Laptop ini menggunakan panel OLED 16 inch dengan rasio aspek 16:10 dan resolusi 2560 x 1600 piksel. Panel ini juga memiliki refresh rate hingga 240 Hz, menjadikannya sangat cocok untuk gaming.
Saya sangat menikmati kualitas visual dari laptop ini, berkat layar PureSight OLED Gaming yang menyajikan gambar luar biasa tajam dan hidup--membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih imersif dan realistis.
Karena menggunakan panel non-touch dengan lapisan glossy, gambar yang ditampilkan juga terlihat sangat tajam tanpa efek grainy yang kadang muncul pada layar sentuh.
Tentu saja layar OLED juga memiliki karakteristik khas seperti kemungkinan burn-in jika digunakan secara ekstrem. Namun teknologi OLED saat ini sudah jauh lebih matang dibanding beberapa tahun lalu, sehingga risiko tersebut relatif kecil jika digunakan secara normal.
Performa oke untuk Lenovo Legion Pro 5i Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Performa: Kombinasi CPU Intel dan GPU RTX Terbaru
Unit yang diuji menggunakan prosesor Intel® Core™Ultra 9 275HX yang merupakan bagian dari platform Arrow Lake HX dari Intel.
Dalam Lenovo Legion Pro 5i, Intel® Core™ Ultra 9 275HX akan menjadikan laptop ini sangat tangguh untuk gaming dan content creation. Kombinasi prosesor powerful ini dengan sistem pendingin Legion yang mumpuni memungkinkan CPU beroperasi pada performa puncaknya tanpa throttling.
Prosesor ini memiliki 24 core dan 24 thread dengan desain hybrid yang menggabungkan performance core dan efficiency core. Kekuatan tersebut dipadukan dengan memori DDR5 hingga 32GB dan SSD PCIe Gen 4 sampai 1TB, sehingga akses file maupun loading game berlangsung instan tanpa jeda.
Hasilnya adalah kinerja ekstrem untuk game AAA, rendering 3D, pengeditan video, dan tugas profesional berat lainnya. Core Ultra 9 275HX di Legion Pro 5i menawarkan paket lengkap performa, efisiensi, dan kapabilitas AI untuk pengalaman komputasi mobile premium.
Di sisi grafis, laptop ini menggunakan GPU Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dari Nvidia dengan VRAM 12 GB. GPU ini punya boost clock hingga 2220 MHz, TGP 140W, dan 992 AI TOPS untuk kemampuan AI yang revolusioner untuk gamer dan kreator konten.
Selain varian tersebut, Lenovo juga menawarkan konfigurasi lain dengan RTX 5060 atau RTX 5070 yang lebih terjangkau.
Kombinasi CPU dan GPU ini membuat Legion Pro 5i mampu menjalankan berbagai game modern dengan sangat lancar.
Beberapa game berat seperti Cyberpunk 2077, Red Dead Redemption 2, dan The Witcher 3 dapat dimainkan dengan setting grafis tinggi pada resolusi 2.5K. Teknologi DLSS terbaru dari Nvidia juga membantu meningkatkan frame rate secara signifikan pada game yang mendukung fitur tersebut.
Lenovo AI Engine+, didukung oleh Lenovo AI Core (LA1+LA3), dirancang untuk secara cerdas mengoptimalkan performa demi pengalaman penggunaan yang lebih baik, mulai dari meningkatkan FPS saat bermain game hingga memastikan streaming berjalan lancar. Dengan kemampuan deteksi skenario dalam mode Balance dan Perfo, teknologi ini secara dinamis menyesuaikan pengaturan terbaik untuk setiap game atau aplikasi yang sedang berjalan, dan semua ini mudah dikelola melalui Legion Space, memungkinkan pengguna untuk menikmati performa yang telah disetel AI sepenuhnya untuk kebutuhan gaming maupun pekerjaan STEM.
Sistem pendingin Lenovo Legion Pro 5i Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Sistem Pendinginan
Sistem pendingin pada Legion Pro 5i menggunakan kipas besar dan heatpipe tebal. Lenovo membekali Legion Pro 5i dengan teknologi pendingin Coldfront Hyperchamber dengan kipas ganda bertekanan tinggi. Sistem ini dikontrol AI untuk menjaga suhu CPU dan GPU tetap optimal, bahkan saat laptop menjalankan game atau aplikasi berat sekaligus.
Desain bilah kipas ultra tipisnya juga membantu mengurangi panas sekaligus meredam kebisingan, sehingga pengguna bisa tetap fokus tanpa gangguan suara. Hasilnya, sesi gaming maupun kerja kreatif bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Dalam penggunaan berat seperti gaming atau rendering, kipas akan bekerja cukup keras dengan tingkat kebisingan sekitar 48 dB pada mode Performance. Laptop ini juga sebaiknya digunakan dengan sedikit ruang di bawahnya atau menggunakan laptop stand agar aliran udara lebih optimal.
Jika digunakan rata di meja dalam waktu lama, suhu CPU dan GPU bisa meningkat dan menyebabkan sedikit penurunan performa. Area paling panas pada laptop ini berada di sekitar tombol panah keyboard. Dalam sesi gaming panjang, area ini bisa terasa cukup hangat.
Lenovo Legion Pro 5i Foto: Najmi Hudaa/detikFoto |
Audio, Kamera, Konektivitas, dan Baterai
Untuk konektivitas, Legion Pro 5i sudah dilengkapi WiFi 7 dan Bluetooth 5.4. Webcam yang digunakan beresolusi 5 MP dengan kualitas gambar yang cukup baik untuk meeting atau streaming.
Namun kualitas speaker laptop ini tergolong biasa saja. Audio yang dihasilkan tidak terlalu bertenaga dan terasa kurang memuaskan untuk ukuran laptop gaming.
Laptop ini dibekali baterai berkapasitas 80 Wh. Dalam penggunaan ringan seperti browsing atau menonton video, baterai dapat bertahan sekitar 4-6 jam.
Angka ini cukup standar untuk laptop gaming dengan performa tinggi. Adaptor daya yang disertakan memiliki kapasitas 300W. Laptop ini juga mendukung pengisian daya melalui USB-C hingga 100W untuk penggunaan ringan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Lenovo Legion Pro 5i adalah salah satu laptop gaming kelas menengah yang paling menarik saat ini.
Keunggulan utamanya terletak pada:
- layar OLED 240Hz yang jarang ditemukan di kelasnya
- performa kuat dari CPU Intel Core Ultra dan GPU RTX terbaru
- desain yang relatif minimalis dan profesional
Bagi pengguna yang mencari laptop dengan performa tinggi untuk gaming sekaligus produktivitas kreatif, Legion Pro 5i menawarkan kombinasi yang seimbang, dengan harga mulai Rp 32 juta hingga Rp 42,5 juta.
Di tengah ekonomi yang menuntut kita lebih bijak dalam menentukan prioritas pengeluaran, memilih perangkat yang mampu memberikan manfaat jangka panjang seperti ini bisa menjadi keputusan yang masuk akal.
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Lenovo Ready for What's Next, yaitu memastikan pengguna memiliki perangkat yang siap menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Dengan kata lain, membeli laptop seperti Legion Pro 5i bukan sekadar membeli gadget baru, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kebutuhan produktivitas di masa depan. Dalam konteks ini, membeli perangkat teknologi yang tepat dapat membantu pengguna:
- bekerja lebih cepat
- meningkatkan kreativitas
- membuka peluang karier baru di bidang digital
Lenovo juga melengkapi produk ini dengan layanan Legion Ultimate Support selama 3 tahun. Layanan tersebut menyediakan dukungan contact center 24/7 untuk membantu pengguna mengatasi berbagai kendala, termasuk kebutuhan seputar pengalaman gaming.
Selain itu, ada juga Accidental Damage Protection (ADP) selama 3 tahun yang mencakup penggantian produk akibat kerusakan tak disengaja, mulai dari tumpahan, benturan, lonjakan listrik hingga layar retak. Klaim ADP bisa dilakukan lebih dari sekali selama masa perlindungan berlaku.
(asj/fay)







