Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dua Predator yang Punah 325 Juta Tahun Muncul Lagi

Dua Predator yang Punah 325 Juta Tahun Muncul Lagi


Rachmatunnisa - detikInet

School of sharks circling from above
Ilustrasi hiu. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Ilmuwan menemukan fosil dua predator laut purba yang 'tersembunyi' selama sekitar 325 juta tahun di dalam sistem gua terpanjang di dunia. Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami evolusi awal hiu dan ekosistem laut kuno.

Fosil tersebut ditemukan di Mammoth Cave, Kentucky, Amerika Serikat, sebuah sistem gua raksasa dengan panjang lorong lebih dari 676 kilometer. Gua ini terbentuk dari batu kapur yang dahulu merupakan dasar laut purba, sehingga mampu menyimpan banyak fosil organisme laut.

Para peneliti mengidentifikasi dua spesies hiu purba yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan: Troglocladodus trimblei dan Glikmanius careforum. Kedua spesies predator ini termasuk kelompok hiu kuno yang telah punah bernama ctenacanth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperkirakan panjang tubuh hiu tersebut mencapai sekitar 3-3,6 meter, seukuran hiu modern seperti oceanic whitetip. Mereka hidup di laut dangkal tropis yang dulu menutupi wilayah yang sekarang menjadi Amerika Utara.

Ditemukan Berkat Pengamatan Tak Sengaja

Penemuan ini bermula pada 2019 ketika tim ilmuwan melakukan inventarisasi fosil di Mammoth Cave. Saat itu, seorang pengelola taman nasional melihat sesuatu yang tidak biasa di langit-langit gua.

ADVERTISEMENT

Fosil gigi yang terlihat ternyata berasal dari spesies hiu yang belum pernah dikenal sebelumnya. Spesies tersebut kemudian dinamai Troglocladodus trimblei, mengambil nama dari penemu awalnya.

Selain itu, para peneliti juga mengidentifikasi Glikmanius careforum, hiu dengan rahang kuat yang kemungkinan mampu menghancurkan mangsa bercangkang keras seperti orthocone-kerabat cumi purba.

Penemuan ini juga mengubah garis waktu evolusi hiu purba. Fosil Glikmanius yang ditemukan menunjukkan bahwa kelompok hiu ini sudah ada setidaknya 50 juta tahun lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan ilmuwan.

Menurut Dr. Vincent Santucci, paleontolog senior dari National Park Service, fosil tersebut memberikan informasi penting tentang dunia laut purba.

"Fosil ini tidak hanya sangat terawat, tetapi juga menantang pemahaman kita tentang evolusi awal hiu," kata Santucci seperti dikutip dari Sujackcon, Minggu (8/3/2026).

"Temuan ini memberi petunjuk tentang keanekaragaman spesies, perilaku predator, dan bagaimana ekosistem laut bekerja jauh sebelum dinosaurus muncul," imbuhnya.

Kondisi lingkungan di Mammoth Cave berperan besar dalam menjaga fosil tetap utuh. Lingkungan yang stabil, minim oksigen, serta terlindung dari erosi membuat sisa-sisa organisme purba dapat bertahan sangat lama.

Para ilmuwan bahkan menemukan lebih dari 70 spesies ikan purba di dalam sistem gua ini, sebagian besar merupakan ikan bertulang rawan seperti hiu.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa tempat yang kini dikenal sebagai destinasi wisata ternyata juga merupakan 'perpustakaan alam' yang menyimpan sejarah kehidupan di Bumi ratusan juta tahun lalu.




(rns/hps)




Hide Ads