Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Gurun Sahara

Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Gurun Sahara


Rachmatunnisa - detikInet

Penemuan spesies baru dinosaurus
Foto: ABC News
Jakarta -

Para ilmuwan berhasil menemukan fosil spesies dinosaurus baru di Gurun Sahara, Niger, Afrika Barat, sebagai hasil ekspedisi paleontologi yang dilakukan pada 2022.

Spesies ini dinamai Spinosaurus mirabilis, diperkirakan hidup sekitar 95 juta tahun lalu, dan tergolong salah satu predator darat paling mengesankan dari periode Kapur.

Penemuan ini diumumkan dalam publikasi ilmiah dan mendapatkan sorotan luas karena ukuran dan karakteristiknya yang unik. Spinosaurus mirabilis dipercaya memiliki panjang tubuh sebanding dengan Tyrannosaurus rex, lengkap dengan struktur tulang belakang yang khas serta rahang dan gigi yang cocok untuk memangsa ikan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu adalah ekspedisi abad ini, tanpa berlebihan. Itu adalah petualangan yang luar biasa, kemungkinan tak akan tertandingi," ujar Paul Sereno, profesor biologi organisme dan anatomi di University of Chicago, dikutip dari ABC News.

Penemuan spesies baru dinosaurusFoto: ABC News

Ciri mencolok dinosaurus ini termasuk crest berukuran besar berbentuk sabit yang diperkirakan memiliki warna cerah, serta barisan gigi yang saling mengunci, adaptasi yang sangat efisien untuk menangkap ikan licin di perairan dangkal. Sereno menggambarkan hewan purba ini sebagai semacam 'hell heron' yang menggunakan kaki kuatnya untuk berjalan di air dangkal sambil mengincar ikan besar.

ADVERTISEMENT
Penemuan spesies baru dinosaurusFoto: ABC News

Tidak seperti beberapa spesies Spinosaurus lain yang dipikirkan hidup di lingkungan laut terbuka, penemuan fosil Spinosaurus mirabilis ratusan kilomter dari garis pantai kuno menunjukkan bahwa predator ini bukan sepenuhnya akuatik, melainkan lebih banyak beraktivitas di air dangkal dan daratan pantai.

Penemuan fosil yang totalnya mencapai puluhan ton ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang keanekaragaman dinosaurus di Benua Afrika, tetapi juga membantu ilmuwan memahami lebih jauh bagaimana predator besar seperti Spinosaurus beradaptasi dan menyebar di lingkungan yang berubah jutaan tahun silam.




(rns/rns)





Hide Ads