×
Ad

Mengapa Greenland Disebut 'Tanah Hijau' Padahal Es

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 13 Jan 2026 05:45 WIB
Foto: DW News
Jakarta -

Ketertarikan Donald Trump mencaplok Greenland kembali memicu perbincangan global. Wilayah Arktik ini dipandang strategis secara geopolitik dan kaya sumber daya. Di balik ambisi politik tersebut, pertanyaan ilmiah yang tampak sederhana tetapi penting: mengapa wilayah es ini justru dinamai Greenland.

Greenland, yang secara harfiah berarti 'tanah hijau', hampir seluruh wilayahnya tertutup es. Ada sejarah menarik mengapa daerah yang namanya mencitrakan kehijauan berubah menjadi lautan putih es.

Ini bukan sekadar nama. Jawabannya ada pada sejarah iklim Bumi dan proses geologi jutaan tahun. Berdasarkan penelusuran ilmuwan, sekitar 3 juta tahun lalu, Greenland tidak memiliki lapisan es tebal seperti sekarang.

Sesuai namanya, pulau besar ini kemungkinan memiliki area luas yang hijau, dengan vegetasi sebelum perubahan iklim menciptakan iklim dingin ekstrem yang memicu pembentukan es.

"Meskipun sulit dipercaya, ada masa ketika Greenland sebagian besar tertutup oleh warna hijau seperti yang tertera dalam namanya, bukan es," demikian tulis laporan yang dikutip dari Oceanwide Expeditions.

Kalimat ini menegaskan bahwa nama Greenland bukan sekadar mitos geografis, melainkan mencerminkan kondisi historisnya jauh sebelum zaman glasial mempertajam iklim kutub.



Simak Video "Video Trump Ingin Kuasai Greenland Demi Keamanan, Singgung Rusia-China"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork