NASA Kembangkan Roket Bertenaga Nuklir, Terbang ke Mars Jadi Lebih Cepat

NASA Kembangkan Roket Bertenaga Nuklir, Terbang ke Mars Jadi Lebih Cepat

ADVERTISEMENT

NASA Kembangkan Roket Bertenaga Nuklir, Terbang ke Mars Jadi Lebih Cepat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 26 Jan 2023 08:19 WIB
Ilustrasi roket bertenaga nuklir NASA
NASA Kembangkan Roket Bertenaga Nuklir, Terbang ke Mars Jadi Lebih Cepat Foto: DARPA
Jakarta -

NASA mengumumkan rencananya untuk mengembangkan roket bertenaga nuklir. Roket baru ini bisa memangkas waktu perjalanan dari Bumi ke Mars.

Dalam pengumumannya, NASA mengatakan telah bermitra dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan mesin roket bertenaga nuklir di luar angkasa pada tahun 2027.

Proyek ini ditujukan untuk mengembangkan sistem propulsi baru di luar angkasa yang berbeda dengan sistem kimia yang sudah digunakan sejak awal mula roket modern.

"Menggunakan roket termal nuklir memungkinkan waktu transit yang lebih cepat, mengurangi risiko bagi astronaut," kata NASA dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (25/1/2023).

"Mengurangi waktu transit adalah komponen kunci untuk misi manusia ke Mars, karena perjalanan yang lebih lama membutuhkan lebih banyak suplai dan sistem yang lebih kuat," sambungnya.

Selain perjalanan yang lebih cepat, roket bertenaga nuklir juga memiliki keuntungan lainnya seperti kapasitas muatan sains yang lebih besar dan tenaga yang lebih besar untuk instrumentasi dan komunikasi.

Dengan teknologi roket saat ini, perjalanan dari Bumi ke Mars sejauh 123 juta km memakan waktu sekitar tujuh bulan. Belum diketahui berapa waktu yang bisa dipangkas menggunakan roket bertenaga nuklir, tapi Administrator NASA Bill Nelson mengatakan akan memudahkan pesawat dan manusia melakukan perjalanan luar angkasa dengan kecepatan tinggi.

"Dengan bantuan teknologi baru ini, astronaut bisa bertualang ke dan dari luar angkasa jauh lebih cepat dari sebelumnya -- kemampuan utama untuk mempersiapkan misi berawak ke Mars," kata Nelson.

Ini bukan pertama kalinya NASA mengembangkan roket bertenaga nuklir. Lewat program Nuclear Engine for Rocket Vehicle Application (NERVA), NASA berencana menerbangkan astronaut ke Mars menggunakan roket bertenaga nuklir pada tahun 1979. Tapi program tersebut dibatalkan pada tahun 1972 karena pemotongan anggaran dan kekhawatiran akan Perang Dingin.

NASA tahun lalu berhasil meluncurkan misi Artemis 1 ke Bulan. Misi ini akan menjadi batu loncatan untuk mendaratkan astronaut ke Bulan pada tahun 2025, diikuti dengan pendaratan astronaut perdana di Mars pada tahun 2030.



Simak Video "Penampakan Bumi yang Terekam Kamera Roket Artemis 1 NASA"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT