Satelit Nano Karya Anak Bangsa Meluncur Pakai Roket Elon Musk

Satelit Nano Karya Anak Bangsa Meluncur Pakai Roket Elon Musk

ADVERTISEMENT

Satelit Nano Karya Anak Bangsa Meluncur Pakai Roket Elon Musk

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 29 Nov 2022 17:45 WIB
Jakarta -

Satelit nano karya anak bangsa, Surya Satellite-1 (SS-1) telah berhasil diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 CRS-26, perusahaan antariksa milik Elon Musk.

SS-1 melesat ke luar angkasa dari NASA Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat pada 26 November 2022 pukul 02.20 siang waktu setempat (EST) atau 27 November 2022 pukul 02.20 WIB, seperti dikutip dari akun Instagram BRIN @brin_indonesia.

[Gambas:Instagram]


Roket tersebut mengemban misi membawa muatan termasuk SS-1 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Keberhasilan peluncuran ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia, karena sebelumnya sempat tertunda peluncuran beberapa hari yang lalu karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

Misi Surya Satellite-1 ini sendiri ialah Automatic Packet Reporting System yang berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk teks singkat. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh, serta komunikasi darurat.

SS-1 dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa asal Surya University sejak tahun 2016 lalu dengan dukungan dan supervisi ahli dari Pusat Riset Teknologi satelit, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Organisasi Amatir Radio Indonesia , PT Pudak Scientific , PT Pasifik Satelit Nusantara dan pemangku kepentingan lainnya.

Surya Satellite-1 termasuk jenis satelit nano atau cubesat. Secara sederhana satelit ini adalah satelit yang beratnya kurang dari 10 kilogram. Namun masih banyak kriteria lain yang harus dipenuhi agar satelit masuk dalam jenis satelit ini.

SS-1 diperkirakan akan melintasi wilayah Indonesia 4-5 kali sehari. Satelit tersebut akan mengorbit pada ketinggian 400-420 kilometer di atas permukaan bumi dengan inklinasi 51,7 derajat.

(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT