Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dulu Mitos, Fenomena Gelombang Raksasa Ternyata Kenyataan

Dulu Mitos, Fenomena Gelombang Raksasa Ternyata Kenyataan


Rachmatunnisa - detikInet

Kapal tanker Stolt Surf menghadapi gelombang besar pada1977. Foto ini diambil dari anjungan setinggi 22 meter di atas permukaan laut, yang kemudian dihantam gelombang tersebut, meninggalkan jembatan penghubung logam yang bengkok di atas dek dan puing-puing di bawahnya.
Foto: Karsten Petersen/Sydney Morning Herald
Jakarta -

Para ilmuwan berupaya memahami fenomena gelombang raksasa laut, yang dulu dianggap sebagai mitos para pelaut. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, mitos tersebut kini terkonfirmasi sebagai fenomena nyata yang dapat muncul tanpa peringatan.

Gelombang yang juga dikenal sebagai ruang gelombang liar (rogue waves) ini bisa mencapai tinggi jauh di atas gelombang normal, membahayakan kapal dan infrastruktur laut. Mereka bukan cerita nelayan belaka, data ilmiah sudah menunjukkan keberadaannya.

Fenomena yang menjadi perhatian para ilmuwan ini memiliki ciri khas ketinggian yang lebih dari dua kali tinggi gelombang laut di sekitarnya, dan sering disebut monster waves, freak waves, atau killer waves. Mereka bisa terjadi secara tiba-tiba di laut lepas dan membawa dampak destruktif bahkan pada kapal besar yang tengah berlayar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 2022, pakar kelautan bekerja keras meneliti mekanisme terbentuknya gelombang raksasa ini. Salah satu peneliti yang mengungkap fenomena gelombang ekstrem tersebut adalah Dr. Francesco Fedele, matematikawan terapan sekaligus Associate Professor di School of Civil and Environmental Engineering, Georgia Institute of Technology. Menurutnya, gelombang yang dulu hanya dirasakan sebagai legenda punya penjelasan ilmiah yang masuk akal.

"Gelombang raksasa mengikuti hukum alam laut , bukan pengecualian terhadapnya. Ini adalah bukti dunia nyata paling definitif sejauh ini," ujar Dr. Fedele, dikutip dari Sydney Morning Herald.

ADVERTISEMENT

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa gelombang semacam ini terbentuk ketika gelombang-gelombang kecil yang datang dari berbagai arah saling bertumpuk secara bersamaan dan memperkuat satu sama lain hingga menjadi sangat tinggi. Hal ini berarti gelombang liar tidak memerlukan proses misterius, melainkan hasil kombinasi kondisi laut yang biasa terjadi namun dalam konfigurasi yang tepat atau salah waktu.

Pentingnya memahami gelombang raksasa semakin dirasakan oleh komunitas ilmiah karena gelombang semacam ini dapat terjadi lebih sering daripada yang diperkirakan, terutama di perairan terbuka seperti Samudra Hindia dekat Australia dan Indonesia yang sering dilintasi kapal besar. Diketahui bahwa lokasi-lokasi tertentu yang memiliki arus kuat dan pertemuan gelombang dari berbagai arah sangat berpotensi memunculkan gelombang liar ini.

Meski gelombang liar ini jarang diprediksi, kemajuan dalam pemantauan satelit serta instrumen laut seperti buoy dan radar gelombang, kini memberi para peneliti data berharga untuk lebih memahami kapan dan bagaimana gelombang ekstrem muncul. Tujuan penelitian ini bukan sekadar membuktikan keberadaannya tetapi juga meningkatkan model prediksi cuaca laut dan keselamatan navigasi di perairan internasional.




(rns/rns)







Hide Ads
LIVE