Kapan Harus Tes COVID-19? Ini Jawabnya Sesuai Sains

ADVERTISEMENT

Kapan Harus Tes COVID-19? Ini Jawabnya Sesuai Sains

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 03 Feb 2022 18:45 WIB
Ada Kasus Positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 Siswa di Tes PCR
Kapan Harus Tes COVID-19? Foto: Nahda Rizki Utami/detikcom
Jakarta -

Varian Omicron sedang merebak di banyak negara. Di Indonesia sendiri, kasus COVID-19 sedang naik-naiknya lagi karena lonjakan kasus Omicron. Jadi, kapan harus tes COVID-19 dan apa faktor yang mendukungnya?

Melansir BC Centre for Disease Control, seperti dilihat Kamis (3/2/2022) ada tanda-tanda atau kriteria yang membuat seseorang harus melakukan tes COVID-19. Mirip dengan pendekatan pengujian penyakit lain, pengujian COVID-19 direkomendasikan ketika hasil positif atau negatif akan menginformasikan keputusan tentang pengobatan atau perawatan. Ini termasuk orang yang memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Ada gejala COVID-19
  2. Sedang dirawat di rumah sakit (berapa pun usia)
  3. Sedang hamil
  4. Berada pada risiko penyakit yang lebih parah dan saat ini memenuhi syarat untuk pengobatan
  5. Tinggal atau bekerja dalam lingkungan yang berisiko tinggi untuk terkena penyakit parah
  6. Kontak erat dengan orang yang positif COVID-19.

Apabila memiliki gejala ringan COVID-19, BCCDC mengatakan tidak perlu melakukan tes. Akan tetapi disarankan untuk tetap berada di rumah dan jauh dari orang lain sampai merasa cukup sehat untuk kembali ke aktivitas biasa.

Gejala ringan adalah gejala yang dapat ditangani di rumah, namun apabila demam maka tak ada salahnya untuk melakukan pengujian.

Lebih lanjut, jika kamu tidak memiliki gejala COVID-19, kamu tidak perlu melakukan tes. Lain halnya kalau kamu baru saja melakukan perjalanan ke luar kota atau luar negeri, maka tes COVID-19 bisa dilakukan. Di Indonesia pun sudah diterapkan aturan untuk melakukan tes PCR atau antigen sebagai syarat perjalanan.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.

Simak juga 'Corona RI Per 3 Februari: Tambah 27.197 Kasus, Sembuh 5.993 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT