Benarkah Gunung Everest yang Tertinggi di Dunia?

Benarkah Gunung Everest yang Tertinggi di Dunia?

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 28 Des 2021 09:45 WIB
Gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, tercatat bertambah tinggi 86 centimeter dibanding sebelumnya.
Benarkah Gunung Everest yang Tertinggi di Dunia? Foto: Getty Images
Jakarta -

Bukan rahasia lagi bahwa Gunung Everest adalah permata di mahkota Himalaya Nepal dan merupakan gunung utama di dunia. Puncak Everest bahkan disebut sebagai yang tertinggi di dunia. Tapi, mungkin orang akan terkejut bahwa puncak gunung lain dapat dianggap sebagai yang tertinggi di Bumi, tergantung bagaimana kita mengukurnya.

Jadi, dilihat dari parameter yang berbeda, termasuk tertinggi berdasarkan ketinggian, tertinggi dari dasar ke atas, dan tertinggi berdasarkan titik terjauh dari pusat Bumi, gunung apa yang tertinggi di dunia?

Gunung Everest, yang terletak jauh di subrange Mahālangūr Himāl di Himalaya, tidak diragukan lagi yang paling terkenal dan memikat dari semua gunung di planet kita. Gunung ini juga dikenal sebagai Chomolungma, yang berarti "Ibu Dewi Dunia" dalam bahasa Tibet.

Everest pertama kali didaki pada 29 Mei 1953 oleh Tenzing Norgay, seorang Sherpa Nepal, dan Edmund Hillary dari Selandia Baru, dan sejak itu telah berhasil didaki oleh sekitar 4.000 orang. Gunung itu juga telah merenggut nyawa lebih dari 300 orang sejak catatan mulai disimpan pada tahun 1922.

Para peneliti telah mengukur Gunung Everest berkali-kali selama beberapa dekade terakhir. Tetapi, penilaian terbaru yang diumumkan pada November 2021 menempatkan Everest pada ketinggian 8.848,86 meter di atas permukaan laut, yang tingginya hampir 8,8 kilometer.

Ini ketinggian yang cukup mengesankan, tetapi menimbulkan pertanyaan: mengapa kita menggunakan ukuran "di atas permukaan laut" saat menentukan puncak tertinggi di dunia?

Standar pengukuran tinggi gunung

"Agar memiliki komparabilitas dalam pengukuran, perlu memiliki dasar yang konsisten," kata Martin Price, seorang profesor dan pendiri Centre for Mountain Studies di University of Highlands and Islands di Skotlandia, dikutip dari Live Science.

"Secara historis, dan bahkan sekarang, ketinggian biasanya ditentukan sebagai ketinggian di atas permukaan laut rata-rata. Namun, ini harus mengacu pada permukaan laut rata-rata standar, yang harus ditentukan. Permukaan laut berbeda di berbagai belahan dunia, dan mereka berubah karena perubahan iklim," kata Price.

Akibatnya, lanjut Price, ketinggian sekarang diukur dalam kaitannya dengan geoid Bumi yang didefinisikan secara matematis. Geoid, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), adalah model permukaan laut rata-rata global yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan yang tepat.

Rata-rata ini digunakan untuk memastikan ketinggian gunung, sebuah proses yang terkadang membutuhkan pesawat terbang untuk terbang bolak-balik di atas gunung dalam serangkaian garis paralel untuk mengukur seberapa banyak gravitasi yang ditarik ke bawah pada puncaknya. Pengukuran ini, bersama dengan pembacaan GPS, memberikan pembacaan ketinggian yang sangat akurat.

Selanjutnya: Everest Bukan yang Tertinggi, Ada Gunung Lain yang Lebih Menjulang