Hasil hisab tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag), posisi hilal di wilayah NKRI belum ada yang memenuhi kriteria tinggi halal minimum. Kemudian, setelah sidang isbat dilakukan, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 19 Februari.
Netizen di X ikut meramaikan lewat berbagai postingan yang sudah menebak kapan dimulainya puasa Ramadan tahun 2026 ini.
"Nunggu sidang isbat di tv, tapi keknya tanggal 19 sih," ujar seorang netizen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kicauan bernada sama juga dilontarkan netizen lain. Tebakan yang tepat ini didasarkan pada pengumuman hasil hisab tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag), posisi hilal di wilayah NKRI belum ada yang memenuhi kriteria tinggi halal minimum, yang sudah dibeberkan ke publik sejak pukul 6 sore tadi.
"Kalau pemerintah kemungkinan besar Lusa, minus banget masalahnya derajat sidang isbat tadi," tulis netizen lainnya.
Ada juga netizen yang memberikan selamat berpuasa untuk yang sudah mulai berpuasa pada Rabu (18/2).
"Masih menunggu hasil sidang isbat, Marhaban Ya Ramadan bagi yg melaksanakan puasa besok!," tulisnya.
Beberapa kata kunci yang masuk daftar trending topic di X saat berita ini dibuat antara lain adalah "Ramadhan", "Sidang Isbat", "Kamis", dan "Lusa".
Seperti diberitakan, Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya mengatakan Indonesia mengikuti kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura atau MABIMS. Dia mengatakan posisi hilal saat ini belum memenuhi kriteria itu.
"Sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah secara hisab imkanur rukyat MABIMS jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 masehi," ujar Cecep.
"Jadi, kalau kriteria MABIMS itu ini ada horison, tinggi hilal 3 derajat, ini elongasi jarak bulan matahari itu 6,4 derajat. Selama masih berada di wilayah merah, belum memenuhi kriteria. Tapi kalau hilalnya sudah keluar dari sini, sudah masuk kriteria awal bulan hijriah. Jadi ini tidak dipisah-pisah, 3 derajat dan 6,4 derajat," jelasnya.
(asj/asj)

