Perubahan Iklim Ubah Venus Jadi Planet Neraka, Bumi Bisa Seperti Itu Juga

Perubahan Iklim Ubah Venus Jadi Planet Neraka, Bumi Bisa Seperti Itu Juga

ADVERTISEMENT

Perubahan Iklim Ubah Venus Jadi Planet Neraka, Bumi Bisa Seperti Itu Juga

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 25 Des 2021 17:45 WIB
Venus
Perubahan Iklim Ubah Venus Jadi Planet Neraka, Bumi Bisa Seperti Itu Juga. Foto: Istimewa
Jakarta -

Dahulu kala, Venus adalah planet dengan permukaan berbatu dan inti cair. Planet ini menyimpan air, bahkan mungkin ramah bagi kehidupan. Tapi perubahan iklim ekstrem kemudian mengubahnya menjadi neraka seperti yang kita kenal sekarang. Bumi akan seperti itu juga?

Dalam perkembangannya, Venus menjadi makin panas. Atmosfernya dipenuhi gas yang memerangkap panas. Air menguap ke atmosfernya, kemudian hilang ke luar angkasa.

Mekanisme apa pun yang dimiliki planet ini untuk menyeimbangkan iklimnya telah rusak. Tidak ada satu pun, bahkan robot, yang bisa bertahan di sana.

"Perubahan iklim yang dikibatkan oleh manusia tidak akan pernah seburuk itu," kata Giada Arney, ilmuwan planet di NASA Goddard Space Flight Center, dikutip dari Washington Post.

Tapi, kisah transformasi Venus dari planet yang berpotensi mirip Bumi, menyimpan pelajaran penting bagi kita di Bumi, yang saat ini sedang menavigasi dunia yang terus memanas.

Selama 4,6 miliar tahun terakhir, Bumi telah menjaga keseimbangan iklimnya melalui proses yang dikenal sebagai siklus karbon. Seiring waktu, sebagian besar karbon di atmosfer diambil oleh lautan, kemudian dikunci menjadi batuan dalam bentuk kalsium karbonat, atau batu kapur.

Pergerakan lempeng tektonik menarik batuan itu ke bagian dalam Bumi, tempat karbon dapat disimpan selama ribuan tahun sebelum dilepaskan kembali ke atmosfer oleh gunung berapi.

Siklus karbon menjadi termostat Bumi, karena menjaga suhu agar tidak berayun terlalu jauh ke arah yang ekstrem. Ketika gunung berapi sangat aktif, karbon menumpuk di atmosfer, memerangkap panas seperti yang terjadi pada efek rumah kaca.

Namun, kenaikan suhu dapat menyebabkan lebih banyak hujan yang mengikis batuan, yang melepaskan bahan untuk membuat kalsium karbonat dan mengunci karbon dalam bentuk kulit kerang, batu kapur dan batuan lainnya serta mendinginkannya kembali.

Selanjutnya: Ketika Venus menjadi neraka

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT