Arab Saudi Gali dan Tembus Gunung Bikin Kota Futuristik Bawah Tanah

ADVERTISEMENT

Arab Saudi Gali dan Tembus Gunung Bikin Kota Futuristik Bawah Tanah

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 02 Nov 2021 18:00 WIB
kota futuristik Neom, Arab Saudi
Arab Saudi Gali dan Tembus Gunung Bikin Kota Futuristik Bawah Tanah. Foto: Neom
Jakarta -

Arab Saudi sulit beralih dari bahan bakar fosil, apalagi jika mengingat reputasinya sebagai pengekspor utama minyak dunia. Namun Negeri Kerajaan ini mencoba berbagai cara untuk ramah lingkungan, salah satunya dengan membangun kota futuristik.

Pembangunan kota futuristik ini telah dimulai. Putra Mahkota Mohammed bin Salman pertama kali mengumumkan rencana pembangunan kota yang disebut sebagai The Line ini pada Januari lalu. Targetnya, tahun 2024, penduduk Arab Saudi sudah bisa pindah ke kota tersebut.

Dikutip dari Daily Mail, sekelompok buldoser saat ini sedang bekerja menggali dan membuat terowongan menembus pegunungan. Ini dilakukan untuk memasang tiga lapisan kota: wilayah permukaan untuk pejalan kaki, dan dua lapisan bawah tanah untuk transportasi dan infrastruktur. Kota ini akan membentang sepanjang 168 km. Jika kalian membayangkannya akan seperti apa, lihat gambaran di bawah ini.

kota futuristikFoto: Neom

"Ini adalah upaya yang besar, bahkan belum 1% dari pekerjaan yang diperlukan untuk merencanakan dan membangun The Line selesai," kata Kepala eksekutif proyek tersebut, Nadhmi Al-Nasr.

Alih-alih membangun dari satu titik awal dan membangun, Al-Nasr menambahkan bahwa pengembang sedang mempertimbangkan untuk memulainya dari dua titik pembangunan menuju pusat.

Membentang dari pegunungan barat laut Arab Saudi ke Laut Merah, The Line akan menampung hingga 1 juta orang. Tidak akan ada mobil di kota ini, karena kebutuhan transportasi dihubungkan oleh kereta super cepat.

Sedangkan untuk menuju sekolah, restoran, toko, dan tujuan lain jarak dekat, dapat dicapai dalam lima menit berjalan kaki. The Line juga menjanjikan semua perjalanan di kota ini nantinya tidak lebih dari 20 menit.

Infrastruktur bawah tanah yang dipasang secara linier ini juga diklaim tidak akan merusak lingkungan. Sebaliknya, infrastruktur ini disebut-sebut akan membantu melestarikan 95% lanskap alam Arab Saudi.

The Line merupakan bagian pertama dari Neom, sebuah mega proyek membangun kota senilai USD 500 miliar, yang akan mencakup 25.889 km persegi provinsi Tabuk Arab Saudi, dekat perbatasan dengan Yordania dan Mesir.

Neom sendiri berasal dari kombinasi kata Yunani neos, yang berarti baru, dan bahasa Arab mustaqbal yang artinya masa depan. Ini adalah bagian dari rencana ambisius untuk melepaskan Arab Saudi dari ketergantungan minyak dan mengubah negara itu menjadi pusat teknologi seperti Silicon Valley.

Rencananya, kota metropolitan yang terbagi menjadi 16 wilayah itu akan mengandalkan 'ladang angin', tenaga Matahari, dan teknologi mutakhir yang mengubah air menjadi oksigen dan hidrogen untuk bahan bakar ramah lingkungan.



Simak Video "Bentuk Kerja Sama yang Dibahas Zulhas Bersama Mendag Arab Saudi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT